Mahasiswa Indonesia Kibarkan Sang Saka di Sebuah Gunung di Australia

Kompas.com - 05/05/2017, 09:24 WIB
Para mahasiswa Indonesia mengibarkan bendera Merah Putih dan menyanyikan lagu Indonesia Raya di puncak gunung Bluff Knoll, Australia Barat untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional. Ann GuoPara mahasiswa Indonesia mengibarkan bendera Merah Putih dan menyanyikan lagu Indonesia Raya di puncak gunung Bluff Knoll, Australia Barat untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional.
EditorErvan Hardoko

PERTH, KOMPAS.com - Untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei lalu, tujuh mahasiswa Indonesia di Australia Barat mendaki Gunung Bluff Knoll, sekitar 5 jam berkendara dari Perth.

Di puncak gunung setinggi 1.099 meter ini, para mahasiswa Indonesia itu mengibarkan sang saka Merah Putih dan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Achmad Room Fitrianto bersama enam mahasiswa Indonesia, serta satu mahasiswa China, mendaki Gunung Bluff Knoll, yang terletak di kawasan Taman Nasional Stringling Range.

Achmad adalah mahasiswa doktoral di Universitas Curtin bersama dengan Agni Amurbatami Manggali, Cut Aja Fauziah, Hendra Febriawan, Ni Putu Hernita Kurniawati, dan Khaerudin Kiramang serta Lizani Rasidin dari Stanley College.

Mereka memilih Gunung Bluff Knoll karena puncaknya merupakan salah satu yang tertinggi di negara bagian Australia Barat.

Seperti dikabarkan Australia Plus, Achmad menuturkan, gunung ini juga memiliki infrastruktur pendakian yang layak untuk para pemula.

“Selain itu, kami juga ingin melihat kearifan lokal yang bisa dipelajari dari perjalanan ini,” ujar pengajar Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya ini.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca: Jumlah Mahasiswa Indonesia Terbanyak ke-7 di China

Achmad dan teman-temannya memulai pendakian ini sekitar pukul 13.30 waktu setempat pada Selasa (2/5/2017).

Medan yang cukup menantang membuat dia dan ke-7 temannya menempuh perjalanan sepanjang empat kilometer ini dalam waktu 3,5 jam.

“Perjalanan ini sedikit tertatih-tatih dikarenakan beberapa kawan belum terbiasa dengan perjalanan mendaki yang cukup menanjak," papar Achmad.

"Bahkan, di satu kilometer pertama, beberapa anggota tim kami merasa tidak kuat dan berniat untuk membatalkan rencana pendakian,”  tambah dia.

Setelah beberapa kali pemberhentian, rombongan Achmad berhasil mencapai puncak Bluff Knoll pada pukul 17.00 waktu setempat.

Tak lama kemudian, ia dan kawan-kawannya membentangkan bendera merah putih, dan bahkan juga terlihat bendera ‘Nahdlatul Ulama’ (hijau), lalu disusul menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan pembacaan puisi.

Dengan bangtuan seorang mahasiswa China, Ann Guo, Achmad dan rombongannya merekam aksi mereka di puncak Bluff Knoll dalam sebuah video.

Meski menantang dan terasa berat bagi beberapa anggota tim, pendakian ini dianggap memiliki banyak pembelajaran yang bisa dipetik.

Baca: Kisah Mahasiswa Indonesia Hidup sebagai Muslim di Edinburgh

“Pertama kami melihat banyak pasangan senior, yang mungkin tepatnya disebut pasangan kakek-nenek yang ternyata juga mendaki gunung ini. Nah ini menjadikan semangat muda kami seolah olah tidak mau kalah dan juga ingin menikmati keindahan dari puncak,” tutur Achmad.

Pertemuan dengan satu keluarga yang membawa anak berusia sepuluh tahun juga menimbulkan kesan sendiri bagi tim pendakian Hardiknas ini.

 “Ketika (mereka) berpasasan dengan rombongan kami, (mereka) dengan ceriahnya mengatakan “I made it” atau ”Aku bisa lho”. Ini menjadikan rombongan kami bersemangat untuk mencapai puncak,” ungkap Achmad.

Rombongan mahasiswa ndonesia ini tak beristirahat lama di puncak gunung karena malam segera tiba.

Pada pukul 21.00 waktu setempat, Achmad, Hendra dan kawan-kawan tiba kembali di areal parkir di mana mereka memarkir kendaraan.

Meski singkat, pendakian yang dijalani memberi Achmad semangat hidup baru.

“Di setiap kesusahan, dalam hal ini pendakian, ternyata banyak orang dengan berbagai macam kondisi dan kendalanya, bila memiliki keinginan kuat, maka dia akan bisa mengapainya,” kata dia.

“Demikian pula pendidikan, sesuatu yang kami jalani di sini. Itu ibarat mendaki gunung, susah payah, dan melelahkan, namun bila kita tidak putus asa, suatu saat kita akan mendapai puncaknya,” ujar Achmad.

Baca: Lolos Seleksi, 160 Mahasiswa Indonesia Raih Beasiswa ke Eropa!



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X