Kompas.com - 03/05/2017, 16:11 WIB
EditorGlori K. Wadrianto

NEW DELHI, KOMPAS.com - Kaum perempuan di Madora, sebuah perkampungan Muslim di  Negara bagian Uttar Pradesh, India, dilarang menggunakan telepon selular di muka umum.

Aturan ini diberlakukan sebagai usaha untuk mengurangi interaksi mereka dengan kaum pria.

Menurut Kepala Kepolisian setempat Arun Kumar Singh yang dikutip AFP, Rabu (3/5/2017), para perempuan yang melanggar aturan ini akan dikenai denda dalam jumlah besar. 

"Kami menerima laporan tentang adanya aturan bahwa kaum perempuan dilarang mengunakan ponsel di muka umum," ungkap Kumar. 

Disebutkan, para tetua adat di kampung itu menggariskan, bagi setiap perempuan yang tepergok memakai ponsel di muka umum akan dikenai denda sebasar 325 dollar AS atau kira-kira Rp 4,3 juta.

Jumlah tersebut, bagi rata-rata penduduk di kampung Madora, merupakan jumlah yang sangat besar. Diperlukan waktu beberapa bulan untuk menabung uang sebanyak itu.

Aturan baru di kampung konservatif ini baru diterapkan pada Selasa kemarin.

Menurut Kumar, aturan itu ditetapkan oleh khap panchayats, sebuah badan adat informal yang diakui di kampung-kampung di India. 

"Perintah seperti itu bertentangan dengan konstitusi dan kami akan mengambil tindakan," ungkap Kumar lagi.

Badan itu meyakini telepon selular akan membantu wanita-wanita lajang untuk kawin lari. Sehingga, tanpa ponsel interaksi para perempuan itu akan menjadi terbatas. 

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.