Kompas.com - 01/05/2017, 16:13 WIB
EditorErvan Hardoko

DAVAO, KOMPAS.com - Presiden Filipina Rodrigo Duterte, Senin (1/5/2017), mengunjungi sebuah kapal perang China yang bersandar di pelabuhan Davao, kampung halamannya.

Kunjungan kapal perang China ini terjadi sehari setelah Duterte mengeluarkan pidato mewakili 10 negara ASEAN yang menegaskan pendekatan lunak terhadap masalah Laut China Selatan.

Dalam sebuah aksi yang menunjukkan semakin eratnya hubungan China dan Filipina ini, Duterte mengunjungi kapal perusak Chang Chun yang tiba bersama dua kapal lainya untuk kunjungan tiga hari sejak Minggu (30/4/2017).

Baca: Menhan Filipina Kunjungi Pulau Sengketa di Laut China Selatan

Selama berada di Davao, personel militer China akan terlibat dalam "pertandingan persahabatan" bola basket dan tarik tambang melawan para pelaut Filipina.

Duterte, yang terpilih menjadi presiden Filipina tahun lalu, mengubah kebijakan negerinya dalam hal sengketa Laut China Selatan dengan harapan mendapatkan lebih banyak investasi dan bantuan dari China.

Dalam pernyataannya setelah menjadi tuan rumah KTT ASEAN di Manila, Duterte menegaskan adanya keprihatinan para pemimpian kawasan terkait perkembangan Laut China Selatan.

Duterte juga mengabaikan keputusan pengadilan internasional yang menolak klaim China terhadap seluruh wilayah Laut China Selatan.

Filipina, Vietnam, Malaysia, dan Brunei -semuanya anggota ASEAN- mengklaim sebagian wilayah Laut China Selatan.

Namun, China bersikeras negeri itu memiliki kedaulatan di seluruh perairan strategis itu.

Duterte pernah mengatakan, Filipina dan negara-negara ASEAN tak berdaya menghentikan China membangun pulau-pulau buatan di kawasan itu.

Baca: Pangkalan Militer China di Laut China Selatan Siap Digunakan

Sehingga, menurut Duterte, tak ada gunanya menentang China secara hukum atau diplomatik.

Sehingga kunjungan kapal perang China ke Davao dan bukannya ke Manila dipandang sebagai sebuah langkah personal dari Duterte.

"China menang dengan cara memaksa Duterte untuk tidak memasukkan keputusan internasional ke dalam pidatonya," ujar politisi oposisi Gary Alejano yang juga mantan perwira militer.

"Untuk semakin memperburuk situasi, Duterte bahkan mengunjungi kapal perang China. Hal itu menunjukkan bahwa presiden sedang berusaha menyenangkan China," tambah Alejano.

"Ini bukan tentang kebijakan luar negeri yang independen. Ini tentang menjual diri dan menyerah kepada China," tambah Alejano.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.