Kompas.com - 29/04/2017, 08:53 WIB
EditorPascal S Bin Saju

Ketegangan dipicu oleh uji coba nuklir dan rudal Korut. Negara komunis itu telah berjanji akan terus melakukan uji coba rudal dan uji coba nuklir.

Negara itu berkeinginan untuk menempatkan hulu ledak nuklir pada rudal balistik antarbenua yang dapat mencapai AS.

Presiden AS Donald Trump menyebut Korut sebagai ancaman, tidak hanya bagi AS tetapi juga negara-negara tetangga di kawasan Asia.

Oleh sebab itu, AS mengerahkan sejumlah kapal tempur, termasuk kapal induk USS Carl Vinson dan kapal selam USS Michigan.

Baca: 5 Juta "Bandit Muda" Korut Siap Tempur Lawan AS

Sebelumnya Donald Trump memuji Presiden China Xi Jinping atas tindakannya terhadap Korut.

Dalam wawancara dengan kantor berita Reuters, Trump mengatakan dirinya ingin menyelesaikan krisis di Semenanjung Korea melalui jalur diplomasi tetapi kemungkinan itu "sulit" dilakukan.

Disebutkan pula bahwa "sangat sulit" bagi Kim Jong Un untuk memimpin Korut di usia muda.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.