Kompas.com - 29/04/2017, 08:53 WIB
EditorPascal S Bin Saju

MANILA, KOMPAS.com - Para Menteri Luar Negeri Asosiasi Negara-Negara Asia Tenggara (ASEAN) mengkritik Korea Utara (Korut) karena melakukan uji coba nuklir dan uji coba rudal balistik yang menyebabkan ketegangan di kawasan.

Sikap tersebut mereka keluarkan dalam pertemuan ASEAN di Manila, ibu kota Filipina, Jumat (28/4/2017).

"ASEAN menyatakan kekhawatiran mendalam terkait dengan peningkatan ketegangan di Semenanjung Korea, termasuk dua uji coba nuklir Korut pada 2016 dan disusul dengan peluncuran rudal balistik," demikian pernyataan para Menlu ASEAN yang dikeluarkan sebelum KTT dua hari yang berlangsung hingga Sabtu (29/4/2017).

Baca: Korut Tampak Bersiap Lakukan Uji Nuklir Keenam

ASEAN selanjutnya meminta pemerintah Korut untuk mematuhi sanksi-sanksi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang bertujuan untuk membatas program senjatanya.

Para Menlut ASEAN, dalam pertemuan kali ini, juga meminta pihak-pihak terkait untuk menahan diri.

Pyongyang telah menulis surat kepada ASEAN, yang beranggotakan 10 negara, untuk meminta dukungan dalam sengketanya dengan Amerika Serikat (AS).

Dalam surat tersebut, pemerintah Korut memperingatkan kemungkinan adanya "holokos nuklir".

Baca: Demi Cegah Uji Coba Nuklir, AS Siap Serang Korea Utara

"ASEAN menyadari bahwa instabilitas di Semenanjung Korea berdampak serius bagi kawasan dan luar kawasan," tambah pernyataan ASEAN.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.