Kompas.com - 27/04/2017, 11:19 WIB
Presiden AS Donald Trump. NICHOLAS KAMM / AFP Presiden AS Donald Trump.
EditorPascal S Bin Saju

WASHINGTON DC, KOMPAS.com – Pemerintah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, ingin mengetatkan sanksi ekonomi atas Korea Utara (Korut).

Selain itu, Washington juga meningkatkan upaya diplomatik untuk menekan negara itu agar menghentikan program nuklir dan rudalnya.

Strategi Trump itu diumumkan, Rabu (26/4/2017), setelah seluruh 100 anggota Senat diberi pengarahan khusus dengan dibawa menggunakan bus ke Gedung Putih, sebuah langkah yang tidak biasa di AS.

Pengarahan pada Senat ini ditempuh di tengah meningkatnya ketegangan akhir-akhir ini antara Washington dan Pyongyang terkait uji coba rudal dan nuklir Korut.

Baca: Kim Jong-Un: Lanjutkan Pengembangan Senjata Nuklir Korut

"AS mencari stabilitas dan denuklirisasi di Semenanjung Korea," sebut pernyataan bersama Menteri Luar Negeri, Rex Tillerson, dan Menteri Pertahanan, Jim Mattis, serta Direktur Intelijen Nasional, Dan Coats.

"Kami tetap terbuka untuk perundingan yang mengarah pada tujuan itu. Bagaimanapun kami tetap siap mempertahankan diri kami dan sekutu-sekutu kami."

Korut saat ini sedang menghadapi sanksi PBB terkait dengan program senjatanya

Sebelumnya, Panglima Komando Pasifik AS mengatakan sistem pertahanan rudal di Korea Selatan (Korsel) bertujuan untuk membuat pemimpin Korut,  Kim Jong Un, “menggunakan akal”.

Kepada Kongres AS, Laksamana Harry Harris, menjelaskan AS akan siap dengan teknologi terbaiknya untuk mengalahkan ancaman rudal Korut.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X