Kompas.com - 26/04/2017, 19:09 WIB
EditorErvan Hardoko

Lalu apa sebenarnya tujuan misi pengeboman yang diberi nama sandi Operasi Rugen itu?

Saat buku harian milik para perencana dan komandan misi dipublikasikan pada 1970-an, diindikasikan serangan itu adalah bagian dari gerak maju pasukan Jenderal Franco di kawasan tersebut.

Kota itu memiliki posisi strategis dalam gerak maju pasukan Jenderal Franco menuju kota Bilbao atau terkait gerakan mundur pasukan Republik.

Rencana awal adalah menghancurkan jembatan dan jalan raya di kawasan itu untuk menghambat gerak mundur pasukan Republik.

Tujuan kedua adalah menghambat transportasi peralatan pasukan Republik dan mencegah perbaikan jembatan dengan mencipatkan banyak puing.

Gelombang pertama serangan itu tiba di Guernica sekitar pukul 16.30 ketika sebuah pesawat Dornier Do 17 menjatuhkan 12 bom berbobot 50 kilogram.

Selanjutnya tiga pesawat AU Italia jenis SM.79 datang dengan perintah untuk menghancurkan jalan dan jembatan di sisi timur Guernica.

Tiga gelombang serangan lanjutan berakhir pada sekitar pukul 18.00 yang dilakukan sebuah Heinkel He-111 yang dikawal lima pesawat tempur Fiat milik AU Italia.

Sedangkan gelombang serangan keempat dan kelima dilakukan pesawat-pesawat pengebom bermesin ganda milik Jerman.

Pada 1990-an, setelah Jerman kembali bersatu protes soal keterlibatan Jerman dalam pengeboman brutal di Guernica mulai bermunculan.

Akhirnya pada 1997, dalam peringatan ke-60 Operasi Rugen, Presiden Jerman Roman Herzog menyampaikan permintaan maaf kepada warga Guernica, terutama mereka yang selamat dari pengeboman.

Permintaan maaf Herzog itu kemudian ditindaklanjuti Parlemen Jerman yang pada 1998 mencoret semua personel Legiun Condor, kesatuan yang melakukan misi pengeboman, dari keanggotaan militer Jerman.

Peristiwa mengenaskan ini juga diabadilan pelukis Pablo Picasso dalam salah satu lukisannya.

Saat Picasso mendengar kabar penyerangan itu, dia menghentikan pekerjaan yang diberikan pemerintah Spanyol.

Dia mulai melukis Guernica pada 11 Mei 1937 dan membutuhkan waktu selama dua bulan untuk menyelesaikan lukisan tersebut.

Lukisan Picasso itu kini disimpan di Museo Nacional Centro de Arte Reina Sofia di Madrid. Sedangkan replikanya dipasang di pintu masuk ruangan Dewan Keamanan PBB di New York.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.