Kompas.com - 26/04/2017, 12:12 WIB
EditorPascal S Bin Saju

MOGADISHU, KOMPAS.com – Badan Dana Anak PBB atau UNICEF dan mitranya, Selasa (25/4/2017), meluncurkan kegiatan darurat untuk memberi imunisasi campak kepada 30.000 anak di Baidoa, salah satu daerah paling parah dilanda penyakit itu di Somalia selatan.

Steven Lauwerier, Wakil UNICEF di Somalia, mengatakan anak-anak tersebut – banyak di antara mereka meninggalkan rumah akibat kemarau – tak pernah diimunisasi sebelumnya dan berasal dari daerah terpencil.

Pekerja kesehatan seringkali tak bisa menjangkau mereka akibat beberapa dasawarsa konflik, yang telah berkecamuk di negara miskin di Tanduk Afrika itu.

"Satu-satunya cara mencegah penyakit dan kematian akibat campak ialah memastikan semua anak diberi vaksin," kata Lauwerier di dalam satu pernyataan di Mogadishu, ibu kota Somalia.

Baca: 110 Orang Mati Kelaparan dalam Dua Hari di Somalia, 50.000 Anak Terancam Mati

"Seorang anak yang menderita gizi buruk parah sembilan kali lebih mungkin untuk meninggal akibat satu penyakit seperti campak ketimbang anak yang sehat. Kami tak boleh menyia-nyiakan waktu," katanya seperti dilaporkan Xinhua, Rabu (26/4/2017) pagi.

Kegiatan tersebut – yang  dilaksanakan melalui kemitraan dengan Kementerian Kesehatan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan beberapa organisasi non-pemerintah – juga meliputi pemberian suplemen vitamin A untuk mendorong kekebalan serta obat cacing.

Sebanyak 5.700 kasus dugaan campak sepanjang tahun ini telah dilaporkan di seluruh negeri itu, lebih dari jumlah kasus yang sama pada 2016.

AP/Al Jazeera Akibat kekeringan, ribuan warga pedesaan di Somalia mengungsi ke ibu kota Mogadishu.
Campak, infeksi saluran pernafasan akibat virus yang menyebar melalui udara dan kontak dengan air ludah dan lendir orang yang terinfeksi, berkembang di kamp pengungsi yang tidak sehat dan padat –yang telah menjamur di seluruh kota kecil dan daerah sekitarnya.

Lebih dari 100.000 orang telah datang ke Baidoa untuk mencari bantuan, termasuk sedikitnya 70.000 orang pada Maret saja.

Baca: 29.000 Balita Somalia Mati Kelaparan

"Kami hanya tahu terlalu sedikit dari kelaparan 2011 bahwa campak, ditambah dengan gizi buruk dan pengungsian, adalah gabungan yang sangat mematikan buat anak-anak," kata Lauwerier.

Kegiatan di Baidoa adalah bagian dari upaya untuk memberi vaksin kepada sebanyak 110.000 anak pengungsi yang berusia di bawah lima tahun di tempat bermasalah di seluruh Somalia tengah-selatan, ditambah 250.000 anak di Somaliland, terhadap penyakit menular yang mematikan, sampai akhir Mei.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.