Paus Siap Bertolak ke Mesir, Bertemu Imam Besar Al Azhar dan Presiden Sisi

Kompas.com - 26/04/2017, 11:15 WIB
Syeik Ahmed el-Tayyib, imam besar Al Azhar, Kairo, Mesir, bertukar cendera mata dengan Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik Sedunia, Paus Fransiskus dalam audiensi pribadi keduanya di Istana Apostolik, Vatikan City, Senin (23/5/2016) AP/Max RossiSyeik Ahmed el-Tayyib, imam besar Al Azhar, Kairo, Mesir, bertukar cendera mata dengan Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik Sedunia, Paus Fransiskus dalam audiensi pribadi keduanya di Istana Apostolik, Vatikan City, Senin (23/5/2016)
EditorPascal S Bin Saju

VATICAN CITY,  KOMPAS.com – Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik Sedunia, Paus Fransiskus, bersiap bertolak ke Mesir, Jumat (28/4/2017), untuk meningkatkan hubungan dengan umat Islam.

Paus juga ingin menunjukkan solidaritas dengan komunitas Kristen terbesar di Timur Tengah di Mesir setelah beberapa kali diserang kelompok teroris.

Kairo sendiri telah mengerahkan keamanan tingkat tinggi untuk menjamin keselamatan Paus Fransiskus dalam lawatannya itu.

Mesir belakangan ini menjadi semakin tidak aman oleh sejumlah serangan bom. Serangan terbaru melanda gereja-gereja Koptik di dua kota di Mesir pada awal April yang menewaskan 45 orang.

Terkait serangan tersebut, pemerintah Presiden Abdel Fattah el-Sisi telah menerapkan negara dalam keadaan darurat untuk masa tiga bulan ke depan. Kunjungan Paus pun masih dalam status tersebut.

Baca: Bom Guncang Gereja Koptik di Mesir, Apa Komentar Paus Fransiskus?

Namun, Paus berusia 80 tahun yang lebih memilih kontak langsung dengan orang-orang di sekitarnya, akan menghindari penggunaan mobil lapis baja dan mobil terbuka bergaya militer.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selama lawatan dua hari, Fransiskus akan bertemu empat mata dengan imam besar masjid Al Azhar, Sheikh Ahmed al-Tayeb, seorang profesor filsafat Islam yang mengunjungi Vatikan tahun lalu.

Langkah Paus itu tentu saja untuk mengurangi satu dekade ketegangan dan keduanya juga ingin memajukan peradaban manusia dengan terus mendorong perdamaian.

Hubungan Al Azhar dan Vatikan terganggu oleh pendahulu Fransiskus, yakni Paus Benediktur XVI dalam pidator tahun 2006 yang mengaitkan Islam dengan kekerasan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X