Kompas.com - 26/04/2017, 10:25 WIB
EditorGlori K. Wadrianto

MANILA, KOMPAS.com -  Amnesty International, lembaga pemantau hak asasi manusia internasional menyerukan agar para pemimpin negara-negara di Asia Tenggara (ASEAN)  bersatu menentang perang narkoba di Filipina.

Seperti yang telah lama diberitakan, sejak Presiden Rodrigo Duterte memegang kuasa pemerintahan pertengahan tahun lalu, ribuan orang di Filipina tewas terkait tuduhan narkoba.

Sikap tersebut diharapkan keluar dari para pemimpian negara ASEAN dalam konferensi tingkat tinggi yang digelar di Filipina pekan ini.

Amnesty International, seperti diberitakan AFP, Rabu (26/4/2017), berharap para Kepala Negara ASEAN mempertimbangan bahwa pembunuhan ribuan orang di Filipina, pun melanggar Piagam ASEAN.

Terutama, pelanggaran terhadap janji atas penghormatan terhadap hak asasi manusia.

Lembaga itu menyebut, saat ini tercatat sekitar 9.000 orang tewas oleh polisi dan kelompok bersenjata tak dikenal, sejak Juli 2016.

Pejabat di negara itu pun menyebut, tidak semua kematian dilaporkan terkait narkoba, sementara yang lainnya terbunuh dalam operasi polisi yang sah.

Baca: Duterte Diadukan ke Mahkamah Kriminal Internasional

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.