Hari Ini dalam Sejarah: Tragedi Militer Sekutu di Gallipoli

Kompas.com - 25/04/2017, 20:30 WIB
Beginilah kondisi pasukan Inggris dari kesatuan Royal Irish Fusiliers di parit-parit Gallipoli pada September 1915. Australian War Memorial/WikipediaBeginilah kondisi pasukan Inggris dari kesatuan Royal Irish Fusiliers di parit-parit Gallipoli pada September 1915.
EditorErvan Hardoko

KOMPAS.com - Salah satu babak paling dikenang dalam Perang Dunia I adalah dimulainya invasi Semenanjung Gallipoli pada 25 April 1915.

Semenanjung yang dikuasai Kekaisaran Ottoman itu membentuk sisi barat  Dardanella, sebuah selat sempit yang menghubungkan Rusia dan Laut Tengah.

Serbuan ke Gallipoli itu dilakukan pasukan Rusia, Perancis, dan Inggris dalam upaya merebut ibu kota Ottoman, Istanbul.

Pada Januari 1915, dua bulan setelah Turki terlibat dalam Perang Dunia I dan mendukung pihak Jerman, Rusia meminta Inggris membantunya mempertahankan Kaukasus dari serangan tentara Ottoman.

Menteri Perang Inggris Lord Kitchener mengatakan kepada Churchill, menteri angkatan laut, bahwa mustahil membantu Rusia di Kaukasus.

Satu-satunya tempat di mana Inggris bisa membantu Rusia adalah di Selat Dardanella demi mencegah pasukan Ottoman bergerak ke timur ke arah Kaukasus.

Akhirnya sebuah serangan gabungan angkatan darat dan laut diusulkan untuk digelar di wilayah Ottoman.

Pada 18 Maret 1915 serangan laut dimulai, tetapi berakhir dengan tragedi.

Ranjau-ranjau laut Turki yang tak terdeteksi menenggelamkan separuh dari angkatan laut Perancis dan Inggris yang dikirim ke Dardanella.

Setelah kegagalan ini, komando Sekutu mengubah fokusnya untuk mendaratkan pasukan darat di Semenanjung Gallipoli.

Tujuan pendaratan ini adalah untuk mengamanka Selat Dardanella sehingga armada sekutu bisa melintas dengan aman dan bergabung dengan armada Rusia di Laut Hitam.

Pada 25 April, pasukan Inggris, Perancis, Australia, dan Selandia Baru mendarat di Semenanjung Gallipoli.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X