Antisipasi Perang, Rakyat Jepang Beramai-ramai Membangun Bunker

Kompas.com - 25/04/2017, 15:33 WIB
Kapal selam bertenaga nuklir USS Michigan sedang bergerak menuju pelabuhan Busan, Korea Selatan, Selasa (25/4/2017). AFPKapal selam bertenaga nuklir USS Michigan sedang bergerak menuju pelabuhan Busan, Korea Selatan, Selasa (25/4/2017).
EditorErvan Hardoko

TOKYO, KOMPAS.com - Semakin panasnya situasi di Semenanjung Korea terutama setelah Korea Selatan dan Amerika Serikat saling ancam membuat warga Jepang tak mau ambil risiko.

Beberapa waktu belakangan penjualan bunker dan pemurni air yang dirancang untuk mencegah radiasi dan pencemaran racun meningkat pesat.

Peningkatan ini bahkan membuat perusahaan pemasok kewalahan memenuhi permintaan warga.

"Setahun lalu, kami mungkin hanya mendapatkan lima permintaan alat pemurni air sehari. Kini permintaan itu melonjak hingga 30 sehari," kata Shota Hayashi, juru bicara perusahaan Oribe Seiki Seisakusho yang berbasis di kota Kobe.

"Sebagian pesanan adalah dari warga biasa yang ingin memasang filter pemurni air di kediaman mereka dan bukan untuk keperluan bisnis," tambah Hayashi.

Baca: Antisipasi Perang, Jepang Berencana Evakuasi 57.000 Warganya di Korsel

"Banyak orang yang sangat ketakutan dengan perkembangan yang terjadi saat ini," tambah dia.

Selain itu terjadi juga peningkatan permintaan pembuatan bunker anti-nuklir yang biasanya dibangun di bawah sebuah rumah.

Hayashi menambahkan, para pemesan nampaknya tak mempermasalahkan harga 25 juta yen atau sekitar Rp 3 miliar yang dipatok perusahaannya.

"Mereka malah mengeluh akibat panjangnya antrean," tambah Hayashi.

Halaman:


Sumber Telegraph
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X