Kompas.com - 25/04/2017, 08:20 WIB
EditorGlori K. Wadrianto

KOMPAS.com - Emmanuel Macron dianggap sebagai sosok yang mengejutkan dalam pemilihan presiden Perancis tahun ini.

Jika terpilih, ia akan menjadi presiden termuda Perancis dalam sejarah.

Baca: Pilpres Perancis Ricuh setelah Macron dan Le Pen Unggul

Berikut adalah lima hal yang perlu Anda ketahui tentang Macron.

1. Mantan bankir dengan gaji selangit

Sebelum bekerja sebagai bankir investasi di Rothschild & Cie Banque, Macron bekerja sebagai inspektur keuangan Kementerian Ekonomi Perancis.

Tahun 2008, ia membayar 50.000 Euro untuk bisa keluar dari ikatan dinas dengan pemerintah dan bekerja sebagai bankir.

Dalam kampanyenya, Macron berjanji akan membuat Perancis menjadi negeri yang lebih ramah bisnis dan mengurangi pajak perusahaan.

2. Istri Macron 24 tahun lebih tua

Ia berkenalan dengan istrinya di usia 15 tahun. Saat itu Brigitte Marie-Claude Trogneux adalah guru sastra Jermannya, dan telah menikah dan memiliki anak.

Setelah Trogneux bercerai dari suami pertamanya, Emmanuele Macron pun menikahinya di tahun 2007.

Mereka tidak memiliki anak bersama, tapi Trogneux, 63 tahun, sudah memiliki tiga anak dan tujuh cucu.

3. Perancis tidak seharusnya jadikan Muslim sebagai sasaran

“Tidak ada agama yang menjadi masalah di Perancis saat ini," ujar Macron saat kampanye bulan Oktober 2016.

"Negara harus netral karena merupakan jantung dari sekularisme. Kita berkewajiban untuk membiarkan semua orang menjalankan agama mereka dengan adil."

4. Pro intervensi di Suriah

Dikutip dari Reuters, Macron ingin meningkatkan anggaran pertahanan hingga dua persen, dari angka 1,8 persen produk domestik bruto (PDB).

Ia juga pernah mengatakan, harus ada intervensi internasional di Suriah, jika ada bukti bahwa Bashar al-Assad menggunakan senjata kimia.

5. Politisi pro Uni Eropa

Saingan Macron di ajang Pilpres Perancis, Marine Le Pen berjanji untuk menarik Perancis dari Uni Eropa seperti Inggris tahun 2016.

Namun, Macron adalah pendukung Uni Eropa. Ia ingin ada beberapa perubahan, supaya Uni Eropa lebih kuat lagi.

“Sejak 2008 kita gagal membangun Eropa. Sejak 2008 hanya ada generasi terlupakan yang melihat segelintir dari rencana kita terwujud. Tugas kita adalah membangun kembali impian Eropa."

Baca: Presiden Hollande Minta Warga Perancis Tak Pilih Le Pen, Mengapa?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.