Presiden Hollande Minta Warga Perancis Tak Pilih Le Pen, Mengapa?

Kompas.com - 25/04/2017, 06:37 WIB
Presiden Perancis Francois Hollande (tengah) didampingi Presiden Joko Widodo menyaksikan sejumlah anak sekolah yang melambaikan bendera Perancis dan Indonesia, saat kunjungannya ke Istana Presiden di Jakarta, Rabu (29/3/2017). Kunjungan itu merupakan momen bersejarah sebab menjadi kunjungan pertama Presiden Perancis setelah 30 tahun. ADEK BERRYPresiden Perancis Francois Hollande (tengah) didampingi Presiden Joko Widodo menyaksikan sejumlah anak sekolah yang melambaikan bendera Perancis dan Indonesia, saat kunjungannya ke Istana Presiden di Jakarta, Rabu (29/3/2017). Kunjungan itu merupakan momen bersejarah sebab menjadi kunjungan pertama Presiden Perancis setelah 30 tahun.
EditorGlori K. Wadrianto

KOMPAS.com - Presiden Perancis François Hollande menyerukan kepada rakyat negara itu untuk menolak kandidat kanan jauh Marine Le Pen dan memberikan suara kepada Emmanuel Macron untuk menggantikannya sebagai presiden.

Baca: Pilpres Perancis Ricuh setelah Macron dan Le Pen Unggul

Sebelumnya, partai-partai utama yang kalah dalam pemilihan presiden Perancis putaran pertama pada Minggu (23/4/2017) memberikan dukungan kepada calon liberal Emmanuel Macron, dan menolak calon kanan jauh, Marine Le Pen.

Dalam pernyataan yang disiarkan oleh televisi, presiden yang masa jabatannya hampir berakhir itu menyerukan kepada pemilih untuk menjatuhkan pilihan kepada Macron dalam pemilihan putaran terakhir pada 7 Mei mendatang.

"Sekarang Emmanuel Macron adalah sosok yang akan membela nilai-nilai yang menyatukan rakyat Perancis pada masa yang penting, masa yang serius bagi Eropa, dunia dan Prancis," tegas Presiden dari Partai Sosialis itu, Senin (24/4/2017).

Baca: Kandidat Harus Bangun Koalisi agar Bisa Menang Pilpres Perancis

Dukungan partai-partai utama

Pemilihan presiden Perancis dilanjutkan ke putaran kedua karena tidak ada kandidat yang meraup suara lebih dari 50 persen.

Peraih suara terbanyak adalah calon muda Macron dengan 23,8 persen, disusul calon dari Front Nasional, Marine Le Pen, yang mengantongi 21,5 persen total suara.

Dukungan kepada Macron juga diberikan oleh dua calon yang sudah kalah, François Fillon dari Republik dan Benoît Hamon dari Sosialis.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X