Ahmadinejad Dicoret sebagai Kandidat Presiden Iran - Kompas.com

Ahmadinejad Dicoret sebagai Kandidat Presiden Iran

Kompas.com - 21/04/2017, 08:24 WIB
ATTA KENARE / AFP Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad.

TEHERAN, KOMPAS.com - Mantan Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, Kamis (20/4/2017), didiskualifikasi dari pencalonan untuk pemilu presiden negara itu pada Mei mendatang.

Presiden petahana, Hassan Rouhani, berada di antara enam calon yang disetujui Dewan Pelindung Konstitusi atau Dewan Wali (Guardian Council), seperti dilaporkan Agence France-Presse.

Televisi pemerintah Iran, Kamis (20/4/2017), melaporkan, badan yang bertugas untuk memeriksa para calon presiden telah mendiskualifikasi mantan Presiden Mahmoud Ahmadinejad.

Baca juga: Ahmadinejad Kembali Calonkan Diri dalam Pilpres Iran

Presiden Iran yang keenam itu adalah seorang beraliran keras. Otoritas berwenang mengeluarkan dia dari calon untuk pemilu presiden pada Mei mendatang.

Televisi itu menayangkan Kementrian Dalam Negeri mengatakan bahwa Rouhani telah disetujui untuk mencalonkan diri kembali bersama ulama garis keras Ebrahim Raisi, yang dianggap dekat dengan pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Ahmadinejad, tokoh yang masih dipertentangkan bahkan di antara penganut garis keras Iran, telah mengejutkan negara itu dengan mendaftar sebagai calon minggu lalu.

Khamenei, pembuat keputusan tertinggi Iran sebelumnya mendesak Ahmadinejad agar tidak mencalonkan diri.

Baca juga: Iran Hilangkan Siaran Langsung Debat Kandidat Presiden

Langkah mengejutkan Ahmadinejad itu, yang melawan saran pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei , sebagai sebuah langkah “politik bunuh diri”.

Presiden Iran periode 2005-2013 itu dikenal di luar negeri karena retorikanya yang berapi-api terhadap Israel, pertanyaannya mengenai skala Holocaust dan upayanya untuk meningkatkan program nuklir Iran.

Lebih dari 1.600 kandidat  terdaftar untuk mencalonkan diri dalam Pilpre 19 Mei 2017, namun Dewan Wali hanya bisa memilih sekitar setengah lusin.


EditorPascal S Bin Saju
Komentar

Terkini Lainnya

Bayi Usia 10 Hari Ini Torehkan Sejarah di Kongres AS

Bayi Usia 10 Hari Ini Torehkan Sejarah di Kongres AS

Internasional
Cerita Penjual 'Es Kepal Milo' yang Berdiri 8 Jam Melayani Pembeli

Cerita Penjual "Es Kepal Milo" yang Berdiri 8 Jam Melayani Pembeli

Megapolitan
Prabowo Sering Ajak Anies Ngobrol, tetapi Bukan soal Cawapres...

Prabowo Sering Ajak Anies Ngobrol, tetapi Bukan soal Cawapres...

Nasional
Kesalahan Warga Setiap Kali Melihat Lokasi Kejahatan...

Kesalahan Warga Setiap Kali Melihat Lokasi Kejahatan...

Megapolitan
Calon Jemaah Haji yang Wafat sebelum Berangkat Kini Bisa Digantikan Keluarganya

Calon Jemaah Haji yang Wafat sebelum Berangkat Kini Bisa Digantikan Keluarganya

Nasional
Di Persidangan, Bos First Travel Akan Beberkan soal Aset yang Dibekukan

Di Persidangan, Bos First Travel Akan Beberkan soal Aset yang Dibekukan

Nasional
Rela Antre Berjam-jam demi 'Es Kepal Milo' yang Viral di Medsos...

Rela Antre Berjam-jam demi "Es Kepal Milo" yang Viral di Medsos...

Megapolitan
Elektabilitas Ridwan Kamil-Uu Turun di Survei Indo Barometer, Apa Sebabnya?

Elektabilitas Ridwan Kamil-Uu Turun di Survei Indo Barometer, Apa Sebabnya?

Nasional
Unjuk Rasa, Massa di Aceh Tuntut Eksekusi Cambuk Tetap Digelar di Ruang Terbuka

Unjuk Rasa, Massa di Aceh Tuntut Eksekusi Cambuk Tetap Digelar di Ruang Terbuka

Regional
Banyak Penumpang Southwest Tak Pakai Masker Oksigen dengan Benar

Banyak Penumpang Southwest Tak Pakai Masker Oksigen dengan Benar

Internasional
Ini yang Harus Dilakukan Jokowi agar Pemangkasan 14 Proyek Tak Jadi Titik Lemah

Ini yang Harus Dilakukan Jokowi agar Pemangkasan 14 Proyek Tak Jadi Titik Lemah

Nasional
Mengamuk dan Melukai 3 Warga, Seekor Kerbau Ditembak Polisi

Mengamuk dan Melukai 3 Warga, Seekor Kerbau Ditembak Polisi

Regional
5 Pengakuan Bimanesh soal Fredrich dan Kejanggalan Perawatan Setya Novanto

5 Pengakuan Bimanesh soal Fredrich dan Kejanggalan Perawatan Setya Novanto

Nasional
Tahap Dua Penataan Tanah Abang, dari Blok G hingga 'Skybridge'

Tahap Dua Penataan Tanah Abang, dari Blok G hingga "Skybridge"

Megapolitan
Penutupan Sense Karaoke di Mangga Dua yang Berjalan Tanpa Perlawanan

Penutupan Sense Karaoke di Mangga Dua yang Berjalan Tanpa Perlawanan

Megapolitan

Close Ads X