India Larang Pejabat Pakai Lampu Rotator Merah untuk Lewati Kemacetan

Kompas.com - 21/04/2017, 06:35 WIB
Dengan lampu rotator merah, orang-orang penting di India bisa meluncur bebas di tengah kemacetan atau menerabas persimpangan jalan.
AFPDengan lampu rotator merah, orang-orang penting di India bisa meluncur bebas di tengah kemacetan atau menerabas persimpangan jalan.
EditorPascal S Bin Saju

NEW DELHI, KOMPAS.com - Para pejabat tinggi India kehilangan hak untuk menembus kemacetan dengan mengggunakan lampu rotator merah di mobil mereka yang selama ini mereka nikmati.

Mirip dengan di kota-kota Indonesia, kendaraan para menteri, hakim, dan polisi, tentara, dan orang-orang penting lainnya dapat meluncur bebas di jalan-jalan yang dipenuhi kemacetan atau melewati perempatan tanpa harus berhenti dengan menyalakan lampu rotator merah.

Namun, praktik tersebut menimbulkan kecemburuan masyarakat dan mengganggu mobilitas mereka.

Kalangan yang menentang penggunaan lampu rotator merah mengatakan orang-orang penting menggunakannya sebagai simbol status.

Menteri Keuangan Arun Jaitley mengatakan mulai 1 Mei 2017 "tidak boleh ada kendaraan yang menggunakan lampu rotator merah" dan "tidak akan ada pengecualian".

Twitter/BBC .
Perdana Menteri Narendra Modi, melalui Twitter, menulis bahwa lampu rotator merah tidak sesuai dengan semangat era baru di India dan seharusnya sudah lama ditiadakan.

Berdasarkan peraturan baru, mulai bulan depan hanya lampu rotator biru yang digunakan oleh kendaraan-kendaraan layanan darurat, seperti ambulans dan mobil pemadam kebakaran, yang berhak mendapatkan akses khusus di jalan-jalan.

Kalangan politikus dan pejabat pemerintah "yang mementingkan status" juga dituduh menggunakan lampu rotator merah untuk melewati kemacetan dalam rangka tugas dinas dan sekaligus "menunjukkan bahwa mereka orang penting".

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Di Turki, Risma Cerita soal Kelucuan Bonek

Di Turki, Risma Cerita soal Kelucuan Bonek

Internasional
Australia Bersiap Hadapi Hari Terpanas dalam Sejarah

Australia Bersiap Hadapi Hari Terpanas dalam Sejarah

Internasional
Ketahuan Berhubungan Seks dengan Pria Lain, Istri Tewas Ditembak Suaminya

Ketahuan Berhubungan Seks dengan Pria Lain, Istri Tewas Ditembak Suaminya

Internasional
Istri Terlalu Boros, Pria di India Bunuh Diri

Istri Terlalu Boros, Pria di India Bunuh Diri

Internasional
Pria 70 Tahun Tewas Dipukul Batu Bata, Polisi Hong Kong Tahan 5 Remaja

Pria 70 Tahun Tewas Dipukul Batu Bata, Polisi Hong Kong Tahan 5 Remaja

Internasional
Korea Utara Kembali Gelar 'Tes Krusial'

Korea Utara Kembali Gelar "Tes Krusial"

Internasional
Pukul dan Hantamkan Kepala Remaja ke Tanah, Polisi Ini Dipecat

Pukul dan Hantamkan Kepala Remaja ke Tanah, Polisi Ini Dipecat

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

Internasional
Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Internasional
Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Internasional
Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Internasional
Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Internasional
Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Internasional
Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Internasional
Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X