Kompas.com - 20/04/2017, 15:40 WIB
EditorGlori K. Wadrianto

KOMPAS.com - Kubu Israel meyakini Presiden Suriah Bashar al-Assad masih menyimpan beberapa ton senjata kimia.

Tudingan tersebut didukung pula oleh pihak Perancis, yang berjanji akan memaparkan informasi intelijen tentang tudingan itu dalam waktu dekat.

"Israel meyakini pasukan pemerintah Suriah masih menyimpan beberapa ton senjata kimia," kata seorang jurubicara militer Israel kepada Reuters.

Media-media lokal sebelumnya mengabarkan, jumlah agen beracun yang dimiliki Presiden Assad mencapai tiga ton.

Informasi ini mengutip keterangan perwira militer yang menolak disebutkan namanya. 

Menteri Luar Negeri Perancis Jean-Marc Ayrault mengatakan dinas rahasia Perancis akan menunjukkan bukti-bukti terkait dalam beberapa hari ke depan.

Padahal, menurut perjanjian yang dimediasi Rusia dan PBB tahun 2013, Suriah bersedia menghancurkan semua cadangan senjata kimianya.

Baca: Presiden Bashar al-Assad Bersuara soal Senjata Kimia Suriah

Sekitar dua pekan lalu, tak kurang dari 90 warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, tewas akibat senjata kimia di Kota Khan Sheikoun.

Organisasi Pelarangan Senjata Kimia mengatakan, bom tersebut menggunakan zat sarin atau senyawa beracun serupa.

Temuan yang sama sebelumnya dipublikasikan oleh laboratorium kepolisian di Turki dan Inggris.

Baca: Tak Terbantahkan, Serangan Maut di Suriah Memakai Senjata Kimia

Menteri Pertahanan Israel, Avigdor Lieberman, mengaku yakin 100 persen, serangan tersebut diperintah dan direncanakan secara langsung oleh Assad.

Penegasan ini diungkapkan Lieberman kepada harian Yedioth Ahronoth. Namun ia tidak merinci sumber informasi tersebut.

Sebaliknya, Suriah menepis tudingan mendalangi serangan di Khan Sheikhoun.

Pekan lalu Assad mengklaim pihaknya telah menyerahkan semua senjata kimia pada 2013.

Rusia dan Suriah sempat membuka cerita tandingan, bahwa militer pemerintah secara tidak sengaja menghancurkan gudang amunisi milik kelompok pemberontak di Khan Sheikhoun, yang ternyata menyimpan senjata kimia.

Baca: Serangan Senjata Kimia Tewaskan 70 Orang di Idlib, Suriah

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.