Terancam Dibunuh, Kaum Gay Melarikan Diri dari Chechnya

Kompas.com - 20/04/2017, 14:52 WIB
Beberapa pria gay asal Chechnya melarikan diri dari negeri itu dan kini ditampung di sebuah rumah aman di Moskwa, Rusia. Naira DAVLASHYAN / AFPBeberapa pria gay asal Chechnya melarikan diri dari negeri itu dan kini ditampung di sebuah rumah aman di Moskwa, Rusia.
EditorErvan Hardoko

"Kami menerima 3-4 permintaan tolong setiap hari. Kami sudah membawa 20 orang yang teraniaya ini ke Moskwa," kata Olga Baranova, pemimpin LSM tersebut.

Sebagian warga Rusia memang dikenal tak bisa menerima kelompok gay, tetapi yang terjadi di Chechnya jauh berbeda.

Di negeri itu, homoseksual adalah hal tabu dan banyak yang menganggap kaum gay bermoral rendah dan pelakunya harus dihukum mati.

Baca: Pemerintah Chechnya Dituding Menahan dan Menyiksa Kaum LGBT

Pada akhir Maret lalu, harian berhaluan liberal dan kerap  mengkritik pemimpin Chechnya, Novaya Gazeta, menurunkan laporan soal penyiksaan terhadap kelompok gay di negeri itu.

Harian itu melaporkan, pemerintah Chechnya menahan sekitar 100 orang gay dan mendesak keluarga orang-orang itu membunuh mereka untuk "membersihkan kehormatan".

Dikabarkan setidaknya dua orang gay sudah dibunuh keluarga mereka sendiri dan orang ketiga tewas setelah disiksa.

Kadyrov sendiri membantah pihaknya telah menangkap dan menyiksa kelompok gay di Chechnya.

"Untuk membicarakan hal itu saja sungguh memalukan. Harian itu mengatakan ada penangkapan, pembunuhan, dan bahkan menyebutkan nama korban," ujar Kadyrov.

"Namun, orang itu masih hidup, sehat, dan saat itu berada di kediamannya," tambah Kadyrov.

Akibat menurunkan laporan kontroversial itu, Irina Gordiyenko, jurnalis Novaya Gazeta menerima ancaman kematian akibat laporannya itu.

Halaman:


Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X