Kompas.com - 20/04/2017, 14:46 WIB
EditorPascal S Bin Saju

KHAN SHEIKHOUN, KOMPAS.com - Hasil uji yang tak terbantahkan menunjukkan, gas sarin atau bahan kimia serupa telah digunakan dalam serangan yang menewaskan 86 orang di kota Khan Sheikhoun, Suriah awal bulan ini.

Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) menyampaikan hal itu pada Rabu (19/4/2017) sebagaimana dilaporkan BBC pada Kamis (20/4/2017).

Ketua OPCW, Ahmet Uzumcu, menyatakan, sampel-sampel dari tiga korban yang meninggal dalam serangan di Khan Sheikhoun, telah dianalisa di dua laboratorium yang ditunjuk organisasi tersebut.

Laporan awal ketika kejadian pada awal April, menyebutkan, ada 70 orang tewas akibat serangan senjata kimia di Khan Sheikhoun. Sehari kemudian jumlah korban bertambah menjadi 86 orang tewas dan ratusan lainnya terpapar gas beracun.

Baca juga: Senjata Kimia Tewaskan 70 Orang di Idlib, Suriah

Sampel-sampel dari tujuh orang yang dirawat di rumah sakit juga dianalisa di dua laboratorium lain.

"Hasil analisa dari empat laboratorium yang ditunjuk OPCW mengindikasikan paparan gas sarin atau bahan serupa sarin. Rincian lebih lanjut dari analisa laboratorium akan menyusul, tapi hasil yang telah diperoleh tak terbantahkan," kata Uzumcu.

AFP PHOTO / MOHAMED AL-BAKOUR Sejumlah bocah menjalani perawatan di sebuah rumah sakit kecil di Kota Maaret al-Noman, menyusul dugaan serangan gas beracun di Khan Sheikhun, kota yang dikuasai kelompok pemberontak di Provinsi Idlib, Suriah barat laut, Selasa (4/4/2017). Sedikitnya 72 orang tewas, termasuk 20 anak-anak akibat serangan senjata kimia tersebut.
Menurutnya, tim pencari fakta OPCW siap diturunkan ke kota Khan Sheikhoun jika situasi keamanan memungkinkan.

Saat ini tim tersebut akan meneruskan wawancara dengan sejumlah korban seraya mengumpulkan sampel.

Baca juga: Inilah 5 Senjata Kimia Paling Berbahaya di Dunia

Organisasi Pemantau HAM Suriah (SOHR), 20 anak-anak dan 52 orang dewasa tewas dunia dalam serangan yang diduga melibatkan gas beracun di Khan Sheikhoun, Provinsi Idlib, pada 4 April 2017.

Rekaman gambar sesudah peristiwa itu menunjukkan, warga sipil – banyak di antara mereka adalah anak-anak – mengalami sesak nafas dan mengeluarkan busa dari mulut.

Presiden Suriah Bashar al-Assad menepis tudingan bahwa pasukan militer negara itu melancarkan serangan dengan senjata kimia.

Baca juga: Serangan Gas Beracun, AS Tembakkan 60 Rudal Tomahawk ke Suriah

Assad mengatakan klaim seperti itu rekayasa belaka. Hal yang sama disampaikan oleh sekutunya Presiden Vladimir Putin dari Rusia, negara yang melakukan serangan udara di Suriah sejak September 2015.

Suriah diwajibkan menyerahkan cadangan senjata kimia sesuai dengan kesepakatan yang disetujui AS dan Rusia pada 2013 menyusul serangan senjata kimia di Damaskus tahun itu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.