Kompas.com - 19/04/2017, 17:29 WIB
Melihat Korea Utara lewat teropong. Tarifnya hanya beberapa Yuan. Itulah bisnis kecil dan kreatif seorang pria China. Lewat teropong, Korea Utara tampak sangat dekat. FOTO REUTERSMelihat Korea Utara lewat teropong. Tarifnya hanya beberapa Yuan. Itulah bisnis kecil dan kreatif seorang pria China. Lewat teropong, Korea Utara tampak sangat dekat.
EditorGlori K. Wadrianto

KOMPAS.com - Satu sisi Sungai Yalu mengalir di wilayah China, sementara di tepi seberangnya adalah wilayah Korea Utara.

Selama ini, spot tersebut sudah menjadi daya tarik bagi para pelancong manca negara yang ingin mengintip kondisi Korea Utara dari sisi China.

Bila dilihat dari segi ekonomi kawasan, maka seharusnya wilayah itu makmur. Namun yang terjadi, seolah tidak ada perkembangan.

Salah satu atraksi wisata di Kota Dandong di tepi Sungai Yalu, sisi Cina adalah sebuah jembatan tua.

Jembatan ini dihancurkan Amerika Serikat di masa perang Korea.

Di sisi Korea Utara sisanya sudah dibongkar, tapi di bagian China, pecahan jembatan itu dijadikan monumen.

Beberapa meter di dekatnya berdiri jembatan lain yang menjadi sarana lalulintas barang.

Bagian jembatan Yalu yang rusak direnovasi dan dibuka bagi wisatawan.

Jembatan baru dibiayai sepenuhnya oleh China, dan memakan biaya 350 juta dollar AS.

Untuk menggunakannya, pelancong harus membayar. Namun, sampai sekarang belum digunakan, karena di bagian Korea Utara, jembatan terhenti di lahan pertanian.

Rencana besar tanpa pelaksanaan

Tepian Sungai Yalu yang masuk wilayah Korea Utara, berlokasi Kota Sinuiju. Populasi kota itu hanya sekitar 400.000 jiwa.

Kota itu menjadi poros lalu lintas penting. Sinuju memiliki pelabuhan sendiri sejak lebih dari 100 tahun lalu.

Saat ini sedang dibangun jalur kereta api dan jalan tol ke Pyongyang. Sarana ini nantinya akan sangat mendukung lalulintas di kawasan perbatasan.

Bagi wisatawan di wilayah China, sangat menarik jika bisa mengintip sedikit ke Korea Utara yang tertutup. Misalnya melihat cara petani bekerja.

Cara lainnya adalah melihat Korea Utara lewat teropong. Tarifnya hanya beberapa Yuan. Itulah "bisnis" kecil dan kreatif seorang pria China. Lewat teropong, Korea Utara tampak sangat dekat.

Lalu, jika ingin mengenang kunjungan ke perbatasan Korea Utara, para pedagang China menawarkan dagangannya di lokasi yang sama. 

Pengaruh Korea Utara di Kota Dandong bisa dirasakan di mana-mana. Banyak restoran Korea Utara berdiri di sini.

Pemasukan pajak dari restoran juga mengalir ke kantong Pemerintah di Pyongyang.

Namun, sejak uji coba nuklir keempat Januari 2016, hubungan Korea Utara dan China memburuk.

Beijing juga mendukung sanksi-sanksi PBB terhadap Korea Utara, berbeda dengan sebelumnya.

Sebagai reaksi atas tes roket Korea Utara, China menghentikan impor batu bara dari negara tetangganya itu.

Sebenarnya China dan Korea Utara ingin memperluas hubungan di kawasan perbatasan.

Namun menurut hasil riset tim Reuters, saat ini tidak ada kemajuan.

Misalnya, apartemen mewah di Dandong yang sudah selesai dibangun, tapi bangunan lain banyak yang belum selesai.

Lagi pula ide zona ekonomi istimewa sampai sekarang pun belum dibuka. Terlebih dengan mamanasnya tensi di wilayah Semenanjung Korea, menyusul tindakan Korut soal kebijakan senjata dan peringatan dari Amerika Serikat serta sekutunya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.