Kompas.com - 19/04/2017, 11:14 WIB
Korut unjuk kekuatan melawan kemungkinan adanya agresi negara lain, terutama yang disangka Amerika Serikat. EPA/BBCKorut unjuk kekuatan melawan kemungkinan adanya agresi negara lain, terutama yang disangka Amerika Serikat.
EditorPascal S Bin Saju

WASHINGTON DC, KOMPAS.com -  Militer Amerika Serikat (AS) sedang mempertimbangkan rencana untuk menembak jatuh rudal Korea Utara (Korut) jika uji coba masih terus dilakukan.

Tindakan itu bisa dilakukan karena Korut membandel dan berniat untuk kembali menembakkan rudal-rudal balistiknya, dengan pengujian terakhir namun gagal terjadi pada Minggu (16/4/2017).

Dua sumber di lingkungan pejabat AS kepada harian The Guardian, Selasa (18/4/2017), menyebutkan, pencegatan rudal Korut itu direncanakan untuk junjuk kekuatan kepada Pyongyang.

Pertimbangan AS untuk menembak jatuh rudal uji Korut itu terjadi di tengah kian meningkatnya ketegangan terkiat program senjata nuklir dan rudal balistik Korut.

Baca juga: Korut Buka Opsi Lakukan Serangan Nuklir terhadap AS

Pentagon sedang mencari jalan “perang singkat” untuk menekan negara komunis itu agar terjadi denuklirisasi, terutama karena Pyongyang masih meneruskan kegiatan uji coba nuklir yang keenam.

Menteri Pertahanan AS, James Mattis, telah memberitahu Kongres mengenai pilihan tersebut,  tetapi militer belum memutuskan tindakan untuk mencegat rudal uji Korut itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Seorang pejabat AS mengatakan, strategi untuk menembak jatuh rudal Korut akan dilakukan jika negara itu benar-benar akan melakukan uji coba berikutnya.

Washington ingin memberi sinyal kuat kepada Pyongyang bahwa AS bisa memaksakan tindakan militer atas program nuklir Korut yang disebut Donald Trump bebagai “tidak dapat diterima”.

Baca juga: Wapres Mike Pence: Kesabaran AS terhadap Korut Sudah Berakhir

Pada kunjungannya ke Korea Selatan awal pekan ini, Wakil Presiden AS  Mike Pence memperingatkan Pyongyang agar tidak menguji “tekad” Trump.

Pence mengatakan, kesabaran AS terhadap Korut sudah berakhir. Namun, AS tetap menginginkan perdamaian di kawasan Semenanjung Korea.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X