Kompas.com - 19/04/2017, 06:26 WIB
EditorPascal S Bin Saju

DUBAI, KOMPAS.com - Helikopter tempur Black Hawk milik Arab Saudi jatuh dalam sebuah operasi militer di Yaman pada Selasa (18/4/2017), menewaskan 12 tenraranya.

Kantor berita Arab Saudi, SPA, mengutip pernyataan tentara yang mengatakan bahwa pesawat itu jatuh di Provinsi Marib, timur Sana’a, ibu kota Yaman.

"Akibatnya, empat perwira, dan delapan bintara dari angkatan bersenjata Arab Saudi mati sebagai pahlawan," kata SPA sebagaimana diteruskan oleh Reuters.

Pernyataan militer tersebut tidak merinci apa penyebab utama kecelakaan dan hanya menyebutkan bahwa insiden tersebut sedang dalam penyelidikan.

Jumlah korban tewas itu adalah salah satu yang terbesar dalam kejadian tunggal yang melibatkan pasukan Arab Saudi sejak koalisi negara Arab memulai serangan judara melawan pemberontak Houthi pada 2015.

Intervensi militer itu dilakukan koalisi pimpinan Arab Saudi untuk mengembalikan kekuasaan Presiden Yaman, Abdu Rabbo Mansour Hadi, yang digulingkan pemberontak Houthi.

Associated Press Artileri Arab Saudi yang disiagakan di perbatasan melontarkan tembakan balasan ke posisi pemberontak Houti di Yaman sebagai balasan atas tembakan roket ke wilayah Arab Saudi yang melukai warga sipil.
Rudal balistik, yang ditembakkan Houthi ke pangkalan tentara sekutu di Marib pada 2015, menewaskan lebih dari 60 tentara koalisi Arab yakni dari Uni Emirat Arab, Arab Saudi, dan Bahrain.

Sekutu pimpinan Arab Saudi baru-baru ini mendapat beberapa kemajuan dalam melawan Houthi di Yaman barat, tapi berjuang di medan lain, termasuk Marib, karena sedikit perubahan.

Houthi merebut banyak wilayah Yaman utara, termasuk Sana’a, dalam serangkaian operasi perlawanan sejak 2014, yang akhirnya memaksa Hadi lari.

Sekutu pimpinan Arab Saudi menuduh Iran menggunakan Houthi untuk memperluas pengaruhnya di Yaman, salah satu negara termiskin di dunia Arab.

Houthi menganggap tindakan mereka di Sana’a sebagai revolusi melawan korupsi di tubuh pemerintahan Hadi, yang membuat rakyat miskin bertambah menderita.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.