Kompas.com - 18/04/2017, 05:57 WIB
Pesawat Boeing 757 milik maskapai Air China. Daily MailPesawat Boeing 757 milik maskapai Air China.
EditorPascal S Bin Saju

BEIJING, KOMPAS.com - Penangguhan jadwal penerbangan maskapai Air China dari Beijing ke Pyongyang, Korea Utara, hingga batas waktu yang tidak ditentukan tidak terkait krisis nuklir di Semenanjung Korea, demikian pernyataan yang dirilis Kementerian Luar Negeri China, Selasa (18/4/2017) pagi.

"(Manajemen) Air China sudah menyampaikan pernyataan bahwa (penangguhan) itu disesuaikan dengan bisnis dan pangsa pasar mereka," kata juru bicara Kemenlu China di Beijing, Lu Kang.

Menurut dia, tidak hanya Air China, melainkan juga beberapa maskapai penerbangan lain di China dan maskapai penerbangan asing juga melakukan hal yang sama.

"Saya pikir penangguhan itu tidak perlu ditafsirkan secara berlebihan," tegas Lu yang juga menolak anggapan bahwa penangguhan jadwal penerbangan tersebut berkaitan dengan situasi terkini di Korut setelah beberapa kali uji coba senjata nuklir yang memicu kecaman dari dunia internasional.

Sebelumnya pihak maskapai penerbangan milik pemerintah China tersebut dilaporkan telah menangguhkan beberapa jadwal penerbangan dari Beijing ke ibu kota Korut itu.

Namun mereka menyatakan bahwa penangguhan tersebut bukan berarti menghentikan seluruh kegiatan operasional penerbangan ke Pyongyang, melainkan hanya menangguhkan sementara karena permintaan tiket menurun.

Sejak 2008, Air China menerbangi rute tersebut setiap hari Senin, Rabu, dan Jumat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Terkait krisis di Semenanjung Korea, Lu menyatakan bahwa pemerintah China sedang berupaya untuk mendorong denuklirisasi di Korut demi terciptanya perdamaian dan stabilitas di kawasan.

Meskipun demikian, pihaknya tetap menjaga hubungan baik yang berlangsung secara turun-temurun dengan Korut.

"Kami sudah berkali-kali mengatakan bahwa siuasi di Semenanjung Korea sekarang sangat rumit dan sensitif, bahkan berisiko tinggi. Kami meminta agar semua pihak tidak saling provokasi," ujarnya.

Pihaknya juga menyambut positif peran Amerika Serikat yang juga sama-sama mendorong denuklirisasi di Korut. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber ANTARA
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.