Bekas Presiden Korsel Minta "Wallpaper" Sel Tahanan Diganti

Kompas.com - 15/04/2017, 09:52 WIB
Mantan Presiden Korsel, Park Geun-hye, ditangkap oleh jaksa negara itu dan dibawa ke rumah tahanan di Seoul selatan, Jumat (31/3) dini hari waktu setempat.
EPAMantan Presiden Korsel, Park Geun-hye, ditangkap oleh jaksa negara itu dan dibawa ke rumah tahanan di Seoul selatan, Jumat (31/3) dini hari waktu setempat.
EditorErvan Hardoko

SEOUL, KOMPAS.com - Sebuah rumah tahanan di Korea Selatan dihujani kritik setelah dituding memberik perlakuan istimea terhadap mantan presiden Park Geun-hye.

Park kini ditahan karena menghadapi sejumlah dakwaan terkait skandal suap yang membuatnya dimakzulkan pada Maret lalu.

Namun, perlakuan yang diterima Park berbeda dengan para tahanan lain. Dia diperkenankan tinggal di kantor sipir selama dua hari, sementara sel yang akan ditempati Park diperbaiki.

Sejumlah media lokal menyebut, perbaikan sel itu dilakukan atas permintaan Park yang menolak masuk ke dalam sel karena "kotor" dan dia menginginkan kertas dinding yang baru.

Mantan presiden itu juga dikabarkan ditempatkan terpisah dengan tahanan lain dalam sel yang sebenarnya dirancang untuk ditempati enam orang.

Sejumlah kalangan menuding pihak rumah tahanan memberikan perlakuan istimewa kepada Park.

Pihak rutan membantah tudingan tersebut dan mengatakan pemisahan Park dari tahanan lain merupakan keputusan yang "tak bisa dihindari" demi alasan keamanan.

Pengelola rumah tahanan itu juga mempertahankan keputusannya merenovasi sel yang akan ditempati Park sebab "wallpaper" sel tersebut belum pernah diganti sejak 2013.

Park Geun-hye dimakzulkan pada 10 Maret lalu terkait sebuah skandal korupsi yang menjerumuskan Korea Selatan ke dalam kekisruhan politik.

Mantan presiden ini dituduh memberikan keistimewaan untuk sejumlah perusahaan besar Korea Selatan dengan imbalan donasi untuk sebuah yayasan yang dikelola sahabat dekat Park.

Park resmi ditahan pada 31 maret lalu dan menurut jadwal jaksa akan mengajukan dakwaan resmi pada pekan depan.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X