Kompas.com - 13/04/2017, 19:08 WIB
EditorErvan Hardoko

MANILA, KOMPAS.com - Presiden Filipina Rodrigo Duterte menunda kunjungannya ke sebuah pulau yang diklaim negeri itu di Laut China Selatan.

Penundaan kunjungan itu dilakukan setelah pemerintah China melayangkan peringatan kepada Duterte.

Pekan lalu, Duterte mengumumkan rencananya mengibarkan bendera Filipina di Pulau Thitu, di kepulauan Spratly yang disengketakan.

Selain itu, Duterte juga memerintahkan untuk memperkuat barak-barak militer di pulau tersebut.

"Karena persahatan kita dengan China dan karena kami menghormati persahabatan Anda, maka saya tak akan pergi dan mengibarkan bendera Filipina," kata Duterte dalam pidato di hadapan komunitas Filipina di Riyadh, Arab Saudi, Rabu (12/4/2017).

"Mereka (China) mengatakan, jangan pergi ke sana untuk sementara waktu, tolonglah jangan pergi ke sana. Saya memenuhi permintaan itu karena menghargai persahabatan dengan China," ujar Duterte.

Dia menambahkan, peninjauan Pulau Thitu tetap dilakukan dan dia akan mengirim putranya ke pulau tersebut.

Sebelumnya, Duterte pernah memerintahkan militernya untuk menduduki 9-10 pulau yang belum berpenghuni di Laut China Selatan.

"Di sana begitu banyak pulau. Saya perintahkan militer menduduki 9 atau 10 pulau, mendirikan bangunan dan mengibarkan bendera Filipina," kata Duterte pekan lalu.

"Dan menjelang hari kemerdekaan kita, saya mungkin pergi ke Pulau Pag-asa untuk mengibarkan bendera di sana. Meski pulau itu kosong, maka mari kita isi dengan penduduk," tambah dia.

China mengklaim hampir seluruh wilayah perairan strategis yang setiap tahun dilintasi lalu lintas perdagangan bernilai 5 triliun dolar AS.

Selain China dan Filipina, Brunei, Malaysia, Taiwan, dan Vietnam juga mengklaim sebagian wilayah di perairan sengketa itu.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Guardian


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.