Pertempuran di Yaman Tewaskan 18 Orang, Houthi Mulai Terdesak

Kompas.com - 12/04/2017, 22:27 WIB
Artileri Arab Saudi yang disiagakan di perbatasan melontarkan tembakan balasan ke posisi pemberontak Houti di Yaman sebagai balasan atas tembakan roket ke wilayah Arab Saudi yang melukai warga sipil.
Associated PressArtileri Arab Saudi yang disiagakan di perbatasan melontarkan tembakan balasan ke posisi pemberontak Houti di Yaman sebagai balasan atas tembakan roket ke wilayah Arab Saudi yang melukai warga sipil.
EditorPascal S Bin Saju

ADEN, KOMPAS.com – Pertempuran intensif terjadi antara pasukan pemerintah Yaman dan pemberontak Houthi sehingga 15 pemberontak dan tiga tentara tewas.

Perwira militer dan sumber di kalangan medis menyampaikan hal itu pada Rabu (12/4/2017), sebagaimana dilaporkan Agence France-Presse.

Bentrokan bersenjata meningkat ketika pasukan pemerintah, yang didukung jet-jet tempur koalisi Arab Saudi, mulai mendesak posisi pemberontak di timur Mokha, kota di tepi Laut Merah.

Lima belas pemberontak tewas dalam pertempuran dan serangan udara dalam 24 jam terakhir hingga Rabu siang, seperti dilaporkan pemberontak dari kota Hodeida.

Militer dari Aden – pusat pemerintahan presiden terguling Abdu Rabbo Mansour Hadi setelah Sana’an dikuasi pemberontak – melaporkan, tiga tentara juga tewas dalam pertrempuran itu.

Pasukan loyalis Hadi telah merebut Mokha pada Februari lalu, dan saat ini tengah berjuang untuk membersihkan seluruh pensisir Laut Merah dari pemberontak Houthi yang didukung Iran.

Juru bicara koalisi Jenderal Ahmed Assiri mengatakan, operasi saat ini bertujuan untuk menutup rute timur Mokha menuju kota titik pertempuran di Taez, di mana loyalis dikepung pemberontak.

"Rute antara Mokha dan Taez harus dikuasai. Dalam perjalanan, ada pangkalan militer Khalid bin al-Walid yang menjadi buktir kuat kehadiran  Houthi dan pasukan sekutu pemberontak,  yang setia kepada mantan Presiden Ali Abdullah Saleh.

"Ini adalah daerah yang sulit," kata Assiri. Ia menambahkan lima tentara Sudan juga tewas di zona yang sama, yang juga dikenalsebagai Jabal al-Nar.

Sudan telah memberikan kontribusi pasukan untuk koalisi Arab Saudi yang meluncurkan kampanye militer melawan pemberontak Houthi pada Maret 2015.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X