Kompas.com - 11/04/2017, 18:15 WIB
Sejak 2012 Garda Revolusi Iran mulai merekrut pejuang dari etnis Hazara yang mengungsi dari Afghanistan. Masregh News/DWSejak 2012 Garda Revolusi Iran mulai merekrut pejuang dari etnis Hazara yang mengungsi dari Afghanistan.
EditorPascal S Bin Saju

DAMASKUS, KOMPAS.com - Brigade Fatemiyoun dibentuk Iran dengan menjaring pengungsi Syiah Hazara asal Afganistan.

Tugas mereka yang tadinya menjaga makam suci, kini menjadi perpanjangan tangan rezim Presiden Bashar al-Assad di Suriah.

Sejak 2012, Garda Revolusi Iran mulai merekrut pejuang dari etnis Hazara yang mengungsi dari Afganistan.

Mereka termasuk ke dalam 15 persen minoritas Syiah yang hidup dalam ancaman militan Sunni seperti Taliban.

Sebagian bermukim di Iran, yang lain memilih membangun kehidupan di Suriah.

Brigade Fatemiyoun dibentuk untuk melindungi situs suci kaum Syiah, yakni makam Sayidah Zainab di Damaskus, ibu kota Suriah.

Lahir dari perang

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Milisi Syiah Afganistan telah muncul sejak perang Iran-Irak pada dekade 1980-an.

Saat itu Garda Revolusi atau Pasdaran membentuk satuan bernama Brigade Abouzar yang terdiri dari pejuang Hazara.

Sebagian besar pejuang Fatemiyoun pernah terlibat dalam perang Irak dan Afganistan.

Sebab itu kelompok bersenjata ini termasuk yang paling berpengalaman dalam perang saudara di Suriah.

Media-media Iran mulai melaporkan keberadaan pasukan rahasia ini sejak 2013, ketika jenazah gerilyawan yang tewas dipulangkan ke Iran dan keluarganya diterima oleh pemimpin spiritual Ayatollah Khamenei.

Menurut kantor berita Tasnim, sejauh ini sebanyak 383 gerilyawan Fatemiyoun telah terbunuh dalam perang di Suriah.

Milisi berparas militer

Bekas komandan Fatimiyoun, Sayed Hassan Husseini atau yang lebih dikenal dengan nama Sayed Hakim mengklaim milisi Syiah Afganistan itu beranggotakan hingga 14.000 gerilyawan.

Mereka terbagi dalam tiga brigade di Damaskus, Hama dan Aleppo serta dilengkapi dengan persenjataan berat seperti artileri, kendaraan lapis baja hingga unit spionase.

Setiap gerilyawan Fatemiyoun mendapat gaji sekitar 450 dollar AS per bulan atau setara Rp 6 juta per bulan.

Selain itu pemerintah Iran juga memberikan dana tunjangan untuk keluarga. Jumlah uang yang diterima setiap serdadu bisa mencapai 700 dollar AS atau sekitar Rp 9 juta per bulan.

Kendati begitu, serdadu Fatemiyoun tidak diizinkan menetap lama di Iran, melainkan disiagakan di Suriah, Irak, atau Afganistan.

Tersebar di Timur Tengah

Faris Baiush, seorang perwira berpangkat kolonel di Pasukan Pembebasan Suriah (FSA) pada awal 2016 mengatakan kepada Aljazeera, pihaknya memperkirakan setidaknya 2.000 gerliyawan Syiah Afganistan ikut bertempur bersama pasukan pemerintah di kota Aleppo.

Komandan Garda Revolusi, Mohammad Ali Jafari, mengklaim Iran memiliki 200.000 gerilyawan di Yaman, Irak, Suriah, Afganistan, dan Pakistan.

Media Iran, Mashregh, pernah memuat pernyataan seorang bekas komandan Garda Revolusi yang mengritik pemerintah karena tidak menggunakan Brigade Fatemiyoun dengan lebih optimal.

Menurutnya, milisi bersenjata itu bisa menjadi pion buat mendukung kebijakan luar negeri Teheran. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.