Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 11/04/2017, 07:06 WIB
EditorErvan Hardoko

Petugas kemudian melakukan pemilihan acak dengan menggunakan komputer. Tiga orang menerima tawaran itu tetapi satu orang menolak.

Akibat penolakan, petugas dari kepolisian udara Chicago masuk ke dalam kabin. Tyler Bridge, pengunggah video yang juga penumpang di dalam penerbangan itu, mengatakan wajah pria tersebut berdarah.

"Semua penumpang terkejut dan merasa iba. Di dalam pesawat itu terdapat beberapa anak-anak yang terlihat sangat takut akibat insiden tersebut," ujar Bridge.

Seorang penumpang sempat bertanya apakah manajemen United Airlines tak bisa menyewa mobil untuk para pilotnya ketimbang mengusir penumpang yang sudah ada di dalam pesawat.

Seorang penumpang bernama Jayse D Anspach lewat akun Twitter-nya menuliskan: "Tak ada yang mau (pergi), jadi @United memutuskan untuk memilih. Mereka memilih seorang dokter Asia dan istrinya."

Saat petugas menyeretnya, wajah pria itu menghantam sandaran tangan yang membuat mulutnya terluka.

"Nampaknya dia pingsan karena dia terlihat lemas dan tak bergerak. Mereka lalu menyeretnya seperti menyeret boneka," tambah Anspach.

Saat itu, manajemen United Airlines mengatakan, mereka sudah menjalankan prosedur yang sudah ditetapkan.

Namun kemudian, CEO United Airlines Oscar Munoz meminta maaf atas insiden memalukan tersebut.

"Ini adalah sebuah peristiwa yang tak diharapkan terjadi di United Airlines. Saya meminta maaf karena harus memindahkan pelanggan kami," ujar Munoz.

"Tim kami sedang menyelidiki sesegera mungkin tentang apa yang telah terjadi," tambah dia.

Munoz menambahkan, pihaknya berusaha menghubungi langsung para penumpang itu untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Di media sosial, para netizen mengecam kebijakan maskapai memindahkan penumpang yang sudah membayar tiket untuk mengakomodasi para stafnya.

"Mereka adalah warga berusia lanjut dan mereka menyeret dia agar staf maskapai bisa mengambil tempat dudukny," ujar salah seorang netizen.

Netizen lain mempertanyakan apakah sang dokter tetap akan diseret dengan kasar jika dia bukan keturunan Asia.

Baca: Beredar Video Penumpang United Airlines Diseret Keluar, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Sumber Telegraph
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.