Kompas.com - 10/04/2017, 16:26 WIB
Arturo Lascanas, pensiunan polisi yang bersaksi di Senat terkait keterlibatan Presiden Rodrigo Duterte dalam ratusan pembunuhan di masa lalu. TED ALJIBE / AFP Arturo Lascanas, pensiunan polisi yang bersaksi di Senat terkait keterlibatan Presiden Rodrigo Duterte dalam ratusan pembunuhan di masa lalu.
EditorErvan Hardoko

MANILA, KOMPAS.com - Seorang pensiunan polisi yang mengaku telah membunuh ratusan orang atas perintah Presiden Filipina Rodrigo Duterte dikabarkan telah meninggalkan negeri itu.

Arturo Lascanas mengaku, dia melakukan pembunuhan itu saat menjadi anggota "pasukan maut" milik Duterte saat dia menjabat wali kota Davao.

Pada Februari lalu di hadapan Senat, Lascanas mengaku setidaknya dia sudah membunuh 300 orang, 200 orang di antaranya dibunuh saat dia menjadi anggota "pasukan maut" Davao City.

Pemerintahan Duterte membantas semua pengakuan Lascanas dan para sekutu Duterte menegaskan, sang presiden tak pernah berbuat kejahatan di masa lalu.

Kesimpulan para senator itu diambil setelah hasil penyelidikan tak menemukan adanya bukti kuat terkait keberadaan "pasukan maut" Davao itu.

Satu-satunya hal yang memunculkan kisah "pasukan maut" itu adalah pengakuan dari dua orang yang mengaku bekas anggota kelompok tersebut.

"Saya mendapat informasi bahwa nyawa saya berada di ujung tanduk," kata Lascanas dalam sebuah rekaman video yang diunggah ke situs harian Philippine Daily Inquirer.

Lascanas menambahkan, tuduhan kriminal yang dijeratkan kepada dia sudah sejak lama dipersiapkan.

Kepergian Lascanas ini dibernarkan departemen imigrasi yang mengatakan, pria itu pergi menuju Singapura dua hari lalu.

"Tak ada perintah pencegahan untuk Lascanas," kata juru bicara imigrasi Filipina, Antonette Mangrobang, Senin (10/4/2017).

Sejak Duterte berkuasa di Filipina pertengahan tahun lalu, sebanyak 8.000 orang terduga pengedar narkotika tewas sebagai akibat perang melawan narkoba yang dikobarkan Duterte.

Sekitar 2.500 tersangka pengedar tewas di tangan polisi. Namun, sisanya tewas dalam situasi dan latar belakang yang tak jelas.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber SCMP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.