Kompas.com - 10/04/2017, 05:55 WIB
EditorGlori K. Wadrianto

KAIRO, KOMPAS.com - Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi mendeklarasikan keadaan darurat di negaranya hingga tiga bulan ke depan, menyusul serangan bom yang terjadi di dua gereja Koptik, pada Minggu (9/4/2017).

Serangan bom di Kota Tanta dan Alexandria di tengah ibadah Minggu Palma, menjelang Hari Raya Paskah, merenggut 44 nyawa dan melukai puluhan jemaat lainnya.

Baca: 2 Ledakan Bom Saat Ibadah Minggu Palma di Mesir Renggut 44 Nyawa

Sisi mengumumkan keadaan darurat selama tiga bulan dari Istana Kepresidenan, setelah menggelar pertemuan dengan Dewan Keamanan Nasional.

Rangkaian serangan ini terjadi setelah serangan serupa yang terjadi di sebuah gereja Koptik di Mesir pada Desember tahun lalu.

Aksi ini pun terjadi beberapa saat menjelang kunjungan Pemimpin Umat Katolik Sedunia Paus Fransiskus ke Mesir.

Baca: Paus ke Mesir, Bela Warga Kristen yang Dianiaya ISIS di Sinai Utara

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Mesir, setidaknya ada 78 orang yang terluka di Tanta dan 40 orang di Alexandria. 

Otoritas Mesir mengecam kekerasan peristiwa ini sebagai upaya menabur benih perpecahan di negara itu.

Sementara, Paus Fransiskus yang memimpin ibadah Minggu Palma di Vatican City pun langsung menyampaikan rasa bela sungkawanya kepada umat Kristen Koptik dan Bangsa Mesir seluruhnya.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.