Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 08/04/2017, 21:50 WIB
EditorPascal S Bin Saju

DUBAI, KOMPAS.com - Presiden Iran Hassan Rouhani, Sabtu (8/4/2017), menyerukan agar dilakukannya penyelidikan imparsial pada dugaan serangan senjata kimia di Suriah, Selasa (4/4/2017).

Rouhani juga memperingatkan bahwa serangan sekitar 60 rudal tomahawk Amerika Serikat (AS) ke pangkalan udara militer Suriah di Al Shayrat, Homs, berisiko meningkatkan ekstremisme di wilayah itu.

"Kami meminta agar lembaga pencari fakta internasional dibentuk... untuk mencari tahu asal senjata kimia ini," kata Rouhani dalam pidatonya, Sabtu.

Teheran adalah sekutu utama kawasan Presiden Suriah Bashar al-Assad dan telah memberikan dukungan militer dan ekonomi untuk upayanya melawan kelompok pemberontak dan militan Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS).

Sekalipun oposisi Suriah menyambut baik serangan rudal AS di pangkalan udara militer Suriah pada Jumat (7/4/2017) dini hari, kelompok itu mengatakan, serangan itu jangan berlangsung hanya satu kali.

Baca juga: Serangan Senjata Kimia Tewaskan 70 Orang di Idlib, Suriah

Oposisi sendiri tidak cukup mampu untuk menghentikan pesawat-pesawat tempur pemerintah Suriah yang menggempuri daerah-daerah mereka kuasai.

Namun, dalam kicauan tentang serangan rudal, Rouhani mengatakan, "Saya menyerukan dunia untuk menolak kebijakan tersebut, yang hanya membawa kehancuran dan bahaya ke kawasan dan dunia."

"Agresi AS Amerika Serikat terhadap Shayrat (pangkalan udara) memperkuat ekstremisme regional dan teror, serta pelanggaran hukum global dan ketidakstabilan, dan harus dikutuk," kata Rouhani.

Iran mengatakan memiliki penasihat militer dan relawan di Suriah tapi membantah memiliki kekuatan konvensional di lapangan.

US Navy/The Independent Puluhan rudal tomahawk ditembakkan dari dua kapal perang Angkatan Laut AS di Laut Mediterania untuk menarget pangkalan udara militer Suriah pada Jumat (7/4/2017) dini hari.
Komite Internasional Palang Merah (ICRC) mengatakan situasi di Suriah saat ini "menjadi suatu konflik bersenjata internasional" setelah rudal-rudal menghantam pangkalan udara Suriah.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.