Enam Tahun Perang Suriah, dari Aksi Damai Hingga Tembakan 60 Rudal AS

Kompas.com - 07/04/2017, 19:25 WIB
Sejumlah bocah menjalani perawatan di sebuah rumah sakit kecil di Kota Maaret al-Noman, menyusul dugaan serangan gas beracun di Khan Sheikhun, kota yang dikuasai kelompok pemberontak di Provinsi Idlib, Suriah barat laut, Selasa (4/4/2017). Sedikitnya 72 orang tewas, termasuk 20 anak-anak akibat serangan senjata kimia tersebut. AFP PHOTO / MOHAMED AL-BAKOURSejumlah bocah menjalani perawatan di sebuah rumah sakit kecil di Kota Maaret al-Noman, menyusul dugaan serangan gas beracun di Khan Sheikhun, kota yang dikuasai kelompok pemberontak di Provinsi Idlib, Suriah barat laut, Selasa (4/4/2017). Sedikitnya 72 orang tewas, termasuk 20 anak-anak akibat serangan senjata kimia tersebut.
EditorPascal S Bin Saju

DAMASKUS, KOMPAS.com – Tembakan 60 rudal tomahawk dari kapal perang Amerika Serikat di Laut Mediterania ke pangkalan militer Suriah, Jumat (7/4/2017) dini hari, seakan kembali menyadarkan kita bahwa perdamaian masih sulit diwujudkan di Suriah.

Tembakan yang menarget pangkalan militer Suriah di Al Syairat, tak jauh dari Homs, untuk merespons serangan dengan senjata kimia oleh pasukan Suriah terhadap warga sipil di Idlib.

Serangan dengan senjata kimia yang diduga dilakukan militer Suriah atas dukungan Rusia telah menewaskan sedikitnya 86 orang, Selasa (4/4/2017).

Sedangkan tembakan rudal tomahawk AS selain menghancurkan pangkalan militer, juga menewaskan empat orang di dalamnya.

Itu adalah perkembangan terbaru dari perang saudara yang telah berlangsung selama enam tahun di Suriah, yang mendorong lima juta warganya melarikan diri keluar negeri.

Konflik Suriah dimulai dengan aksi protes damai menuntuk lengsernya Presiden Bashar al-Assad pada Maret 2011.

Namun, tindakan keras aparat keamanan terhadap massa yang melakukan aksi damai justru membangkitkan perlawanan bersenjata. Kini, senjata dilawan dengan senjata terus terjadi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Organisasi Pemantau HAM Suriah (SOHR) melaporkan, lebih dari 320.000 orang telah tewas akibat perang saudara yang kini memasuki awal tahun ketujuh.

Pemberontakan dan represi

15 Maret 2011. Terjadi aksi protes besar-besaran, sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya, melanda Suriah.

Saat itu massa menuntut kebebasan sipil dan pembebasan tahanan politik setelah 40 tahun berada di bawah kekuasaan represif oleh keluarga Assad.

Rezim Assad melakukan tindakan represi terhadap demonstrasi di Damaskus dan Dara'a dengan alasan untuk menghadang “pemberontakan bersenjata oleh kelompok Salafi".

Namun, tindakan represi aparat keamanan Assad justru membangkitkan kekuatan-kekuatan baru di seluruh negeri, sehingga aksi protes terus berlanjut dengan skala lebih besar dan luas.

Pada Juli 2011, tentara Suriah yang membelot, yakni Kolonel Riyadh al-Assad, membentuk kekuatan perlawanan berbasis Turki dengan nama Tentara Pembebasan Suriah (FSA).

Banyak kelompok Islamis bergabung untuk melakukan pemberontakan terhadap Assad.

AFP PHOTO / FADI AL-HALABI Warga menggali kuburan untuk jenazah korban dari dugaan serangan gas beracun di Khan Sheikhun, kota yang dikuasai kelompok pemberontak di Provinsi Idlib, Suriah barat laut, Rabu (5/4/2017). Sedikitnya 72 orang tewas, termasuk 20 anak-anak akibat serangan senjata kimia tersebut.
Serangan udara

1 Maret 2012. Pasukan rezim Assad merebut distrik Baba Amr setelah 27 hari dikuasai oposisi Suriah. Distrik tersebut berada di kota Homs, kota besar ketiga di Suriah. Perebutan distrik tersebut dilakukan dengan dukungan serangan udara besar-besaran.

17 Juli 2012. Pasukan petempur FSA melakukan serangan melawan pasukan loyalis Assad di Damaskus, dan pasukan pemerintah dapat mengalahnya FSA.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.