Kompas.com - 07/04/2017, 16:13 WIB
Sejumlah bocah menjalani perawatan di sebuah rumah sakit kecil di Kota Maaret al-Noman, menyusul dugaan serangan gas beracun di Khan Sheikhun, kota yang dikuasai kelompok pemberontak di Provinsi Idlib, Suriah barat laut, Selasa (4/4/2017). Sedikitnya 72 orang tewas, termasuk 20 anak-anak akibat serangan senjata kimia tersebut. AFP PHOTO / MOHAMED AL-BAKOURSejumlah bocah menjalani perawatan di sebuah rumah sakit kecil di Kota Maaret al-Noman, menyusul dugaan serangan gas beracun di Khan Sheikhun, kota yang dikuasai kelompok pemberontak di Provinsi Idlib, Suriah barat laut, Selasa (4/4/2017). Sedikitnya 72 orang tewas, termasuk 20 anak-anak akibat serangan senjata kimia tersebut.
EditorPascal S Bin Saju

PARIS, KOMPAS.com –  Serangan 60 rudal tomahawk Amerika Serikat ke pangkalan militer Suriah, Kamis (6/4/2017) malam, menimbulkan reaksi keras dari berbagai negara di dunia.

Militer AS melancarkan serangan tiba-tiba ke Suriah sebagai tanggapan atas serangan senjata kimia beracun oleh terduga militer Suriah kepada warga sipil di Idlib, sejak Selasa lalu.

Serangan ke pangkalan militer Al Syairat, dekat Homs, Suriah itu, merupakan serangan langsung pertama AS kepada pasukan rezim Suriah sejak AS melakukan intervensi militer ke Suriah sejak September 2014.

Serangan itu juga menjadi perintah militer paling dramatis pertama yang diambil Donald Trumpsejak memegang jabatan sebagai Presiden AS.

Baca juga:  Serangan Senjata Kimia Tewaskan 70 Orang di Idlib, Suriah

Hanya ada dua negara yang menyebut serangan itu berlebihan dan melanggar kedaulatan Suriah, tetapi banyak negara justru mendukung langkah terbaru militer AS tersebut.

Menentang

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hingga Jumat (7/4/2017) ini, baru dua negara yang mengecam aksi militer AS tersebut, yakni Rusia dan Iran. Dua negara ini merupakan sekutu dekat Suriah.

Mereka bergabung dalam koalisi yang dipimpin Rusia untuk memerangi pemberontak di Suriah.

Rusia, yang telah terlibat dalam serangan udara di Suriah sejak September 2015 dan merupakan sekutu utama rezim Presiden Bashar al-Assad, menentang keras serangan AS tersebut.

Baca jugaTrump: Presiden Suriah adalah Diktator, Mari Warga Dunia Bersatu 

Kremlin menyebut serangan itu sebagai sebuah “agresi melawan kedaulatan negara yang melanggar norma-norma internasional”.

Aksi militer terbaru AS itu, menurut Kremlin, telah menimbulkan "kerusakan besar" yang dapat mengganggu hubungan AS-Rusia.

Sebagai respon pertamanya, Moskwa mengatakan akan "menangguhkan" kesepakatan dengan AS demi menghindari bentrokan di wilayah udara Suriah.

Rusia juga menyerukan perlunya pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB untuk menyikapi serangan AS tersebut.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.