Inilah 5 Senjata Kimia Paling Berbahaya di Dunia

Kompas.com - 07/04/2017, 16:03 WIB
Sejak Perang Dunia I senjata kimia sudah digunakan. Sebagai upaya menangkal efek senjata kimia, para prajurit yang bertempur harus mengenakan masker khusus. ISTSejak Perang Dunia I senjata kimia sudah digunakan. Sebagai upaya menangkal efek senjata kimia, para prajurit yang bertempur harus mengenakan masker khusus.
EditorErvan Hardoko

KOMPAS.com - Penggunaan senjata kimia di Idlib, Suriah yang menewaskan 72 orang, termasuk puluhan anak-anak, seorang mengingatkan dunia bahwa dalam perang apapun akan dilakukan demi memusnahkan lawan.

Gas beracun sudah mulai digunakan dalam Perang Dunia I dengan tujuan untuk memutus kebuntuan perang parit yang memakan banyak korban tetapi sedikit kemajuan.

Di masa itu, penggunaan senjata kimia belum efektif karena sangat bergantung pada topografi daerah sasaran dan arah angin.

Kini, dengan akurasi persenjataan semakin sempurna, gas beracun menjadi jauh lebih mengerikan dampaknya jika digunakan dalam peperangan,


Berikut, lima jenis senjata kimia paling berbahaya yang ada saat ini:

1. Gas VX

VX termasuk senyawa belerang organik dan diklasifikasikan sebagai gas saraf karena memengaruhi sistem transmisi sistef saraf korbannya.

VX dalam bentuk dasaranya tak berbau dan tak memiliki rasa. Bentuk senyawa VX seperti cairan berminyak berwarna coklat.

Gas VX dikembangkan di Inggris pada 1950-an dan sangat mematikan. Sebab, sekali dilepaskan maka gas ini membutuhkan waktu lama untuk menguap.

Jika dilepaskan dalam kondisi cuaca normal gas VX bisa bertahan beberapa hari dan dalam kondisi dingin bahkan bisa bertahan hingga beberapa bulan.

VX juga cepat bereaksi terhadap korbannya dengan gejala-gejala keracunan langsung terlihat beberapa detik setelah terpapar.

Gejala orang yang terpapar gas VX misalnya banyak mengeluarkan air liur, pupil mata menyusut, kejang-kejang, dan dada terasa sesak. Korban VX biasanya tewas akibat tak bisa bernafas dan gagal jantung.

2. Gas Sarin

Pada September 2013, PBB memastikan gas sarin digunakan dalam sebuah serangan terhadap daerah yang dikuasai pemberontak Suriah sebulan sebelumnya.

Sekjen PBB saat itu, Ban Ki-moon menyebut, serangan itu adalah bukti signifikan penggunaan senjata kimia sejak Saddam Hussein menggunakannya di Halabja pada 1988.

Sarin, juga dikenal dengan nama GB, merupakan gas saraf yang tak stabil tetapi sangat mematikan.

Satu tetes Sarin cukup untuk menewaskan seorang manusia dewasa dalam waktu sangat cepat.

Sarin tak berwarna dan tak berbau jika dilepaskan dalam suhu kamar. Gas ini menguap cepat saat berada dalam lingkungan yang panas.

Setelah dilepas, sarin akan menyebar dengan cepat dan memberikan ancaman yang cepat tetapi tak berlangsung lama.

Gejala mereka yang terpapar gas Sarin adalah sakit kepala, mengeluarkan liur berlebihan, keluarnya air mata, diikuti kelumpuhan bertahap, dan kematian.

Sarin dikembangkan di Jerman pada 1938 saat para ilmuwan sedang mencoba membuat pestisida.

Sekte Aum Shinrikyo pernah menggunakannya dalam serangan di stasiun kereta bawah tanah Tokyo pada 1995 dan menewaskan 13 orang.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Virus Corona Hantui Jepang, Catatkan Kasus Tertinggi Kedua Setelah China

Virus Corona Hantui Jepang, Catatkan Kasus Tertinggi Kedua Setelah China

Internasional
14 dari 300 Warga AS yang Dievakuasi dari Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

14 dari 300 Warga AS yang Dievakuasi dari Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

Internasional
Virus Corona Merebak, Kaisar Jepang Batalkan Perayaan Ulang Tahun

Virus Corona Merebak, Kaisar Jepang Batalkan Perayaan Ulang Tahun

Internasional
Kisah Orang Afrika Pertama yang Terpapar Virus Corona dan Sudah Sembuh

Kisah Orang Afrika Pertama yang Terpapar Virus Corona dan Sudah Sembuh

Internasional
40 Warga AS di Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

40 Warga AS di Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

Internasional
Kisah Pasien Singapura Sembuh dari Virus Corona: Rasanya Seperti Mau Mati

Kisah Pasien Singapura Sembuh dari Virus Corona: Rasanya Seperti Mau Mati

Internasional
Mengira Tertular Virus Corona, Mahasiswa Asing di Arab Saudi Bunuh Diri

Mengira Tertular Virus Corona, Mahasiswa Asing di Arab Saudi Bunuh Diri

Internasional
Perawat Ini Alami Diskriminasi Saat Merawat Pasien Virus Corona

Perawat Ini Alami Diskriminasi Saat Merawat Pasien Virus Corona

Internasional
Trump Minta Rusia untuk Berhenti Dukung Kekejaman Suriah

Trump Minta Rusia untuk Berhenti Dukung Kekejaman Suriah

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona Per 17 Februari 2020 Capai 1.765 Orang

Korban Meninggal Virus Corona Per 17 Februari 2020 Capai 1.765 Orang

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] China Keluhkan Negara yang Bereaksi Berlebihan | Murid Australia Nyanyikan 'Abang Tukang Bakso' untuk Jokowi

[POPULER INTERNASIONAL] China Keluhkan Negara yang Bereaksi Berlebihan | Murid Australia Nyanyikan "Abang Tukang Bakso" untuk Jokowi

Internasional
Wabah Virus Corona dalam Angka Per 16 Februari 2020

Wabah Virus Corona dalam Angka Per 16 Februari 2020

Internasional
Taiwan Umumkan Kasus Kematian Pertama Virus Corona

Taiwan Umumkan Kasus Kematian Pertama Virus Corona

Internasional
22 Hari 'Hilang di Tengah Wabah Virus Corona, Kim Jong Un Kembali Muncul

22 Hari "Hilang di Tengah Wabah Virus Corona, Kim Jong Un Kembali Muncul

Internasional
WNI di Singapura Tak Terlalu Khawatir di Tengah Wabah Virus Corona

WNI di Singapura Tak Terlalu Khawatir di Tengah Wabah Virus Corona

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X