Kompas.com - 07/04/2017, 12:45 WIB
Sejumlah bocah menjalani perawatan di sebuah rumah sakit kecil di Kota Maaret al-Noman, menyusul dugaan serangan gas beracun di Khan Sheikhun, kota yang dikuasai kelompok pemberontak di Provinsi Idlib, Suriah barat laut, Selasa (4/4/2017). Sedikitnya 72 orang tewas, termasuk 20 anak-anak akibat serangan senjata kimia tersebut. AFP PHOTO / MOHAMED AL-BAKOURSejumlah bocah menjalani perawatan di sebuah rumah sakit kecil di Kota Maaret al-Noman, menyusul dugaan serangan gas beracun di Khan Sheikhun, kota yang dikuasai kelompok pemberontak di Provinsi Idlib, Suriah barat laut, Selasa (4/4/2017). Sedikitnya 72 orang tewas, termasuk 20 anak-anak akibat serangan senjata kimia tersebut.
EditorGlori K. Wadrianto

BEIRUT KOMPAS.com - Sebuah lembaga pemantau kubu opisisi di Suriah menyebutkan, serangan 60 peluru kendali tomahawk Amerika Serikat ke sebuah pangkalan udara di Provinsi Homs, Jumat pagi, mendatangkan korban jiwa.

Serangan terukur yang menyasar pesawat, gudang senjata, menara pengawas, dan fasilitas pertahanan udara milik militer Suriah ini, dikabarkan menewaskan setidaknya empat orang.

Seperti diberitakan Associated Press, keempat korban tewas itu adalah anggota militer, yang salah satunya berpangkat Jenderal.

Baca: Serangan Senjata Kimia di Suriah, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Selain itu, lembaga ini pun memastikan bahwa rudal-rudal yang ditembakkan AS dari dua buah kapal perang di Laut Tengah tersebut telah menyebabkan kerusakan besar.

Kepala lembaga pemantau hak asasi manusia Suriah yang berpusat di Inggris, Observatory for Human Rights, menyebutkan,serangan itu menghancukan puluhan hanggar.

Selain itu depot bahan bakar dan sistem pertahanan udara yang berada di lokasi tersebut pun hancur. 

Seperti diberitakan sebelumnya, sekitar 60 rudal tomahawk ditembakkan ke pangkalan udara Shayrat, di wilayah tenggara Provinsi Homs.

Baca: Balas Dendam Pakai 60 Rudal Tomahawk ke Suriah, Apa yang Disasar AS?

Pangkalan tersebut merupakan pangkalan udara kecil, dengan dua landas pacu. Namun, AS meyakini serangan senjata kimia di Provinsi Idlib yang menewaskan puluhan warga sipil diberangkatkan dari lokasi ini.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.