Bela Pasangan Gay yang Dipukuli di Arnhem, Warga Amsterdam Turun ke Jalan

Kompas.com - 06/04/2017, 09:21 WIB
Aksi itu dilakukan sebagai bentuk solidaritas kepada dua pria gay yang dipukuli hingga terluka parah, pada akhir pekan lalu di Kota Arnhem, di timur Belanda. REPRO BIDIK LAYAR VIA ABS NEWSAksi itu dilakukan sebagai bentuk solidaritas kepada dua pria gay yang dipukuli hingga terluka parah, pada akhir pekan lalu di Kota Arnhem, di timur Belanda.
EditorGlori K. Wadrianto

AMSTERDAM, KOMPAS.com - Ratusan orang berjalan bergandengan tangan di Kota Amsterdam, Belanda Rabu (5/4/2017) waktu setempat.

Aksi itu dilakukan sebagai bentuk solidaritas kepada dua pria gay yang dipukuli hingga terluka parah, pada akhir pekan lalu di Kota Arnhem, di timur Belanda.

Aksi dalam tersebut, seperti diberitakan Associated Press, merupakan bagian dari aksi curahan perasaan nasional, untuk pasangan sesama jenis yang terikat tali pernikahan tersebut. 

Kepada polisi, korban mengaku penyiksaan diawali karena ada warga yang melihat mereka berjalan bergandengan tangan. 

Lima tersangka, yang semuanya adalah remaja, ditangkap terkait kasus ini.

Mereka akan menghadapi dakwaan pada Kamis (6/4/2017) waktu setempat, karena telah melakukan penyiksaan berat yang mengakibatkan para korban terluka parah.

Pihak kejaksaan pun mengaku masih melakukan penyelidikan terkait motif di balik kasus penyerangan itu.

Marcher Marion van Hees, pria berusia 68 tahun, mengaku, kampanye untuk hak-hak kelompok gay telah berkumandang di Belanda sejak tahun 1960-an.

"Saya rasa sekarang kita harus sudah mengakhirinya. Kita sudah mewujudkan itu. Namun tidak dengan kasus yang baru terjadi ini. Ini sangat menyedihkan," ungkap perempuan itu.

"Karena pertimbangan itulah, saat ini saya kembali terjun ambil bagian dalam aksi ini," tegas dia.

Sementara, Sjag Kozak, warga berusia 42 tahun dari Israel yang menikahi suaminya di Amsterdam, mengaku telah tinggal di kota itu selama 21 tahun.

Kozak mengaku tak hanya ingin menunjukkan kepeduliannya terhadap para korban penganiayaan.

"Namun, saya juga ingin menunjukkan kepada dunia, bahwa sangat mungkin untuk jalan bergandengan tangan di Amsterdam," ujar dia.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X