Hari Ini dalam Sejarah: Pembunuhan Martin Luther King Jr

Kompas.com - 04/04/2017, 21:01 WIB
Tokoh pergerakan kulit hitam AS, Martin Luther King. U.S. Information Agency. Press and Publications ServiceTokoh pergerakan kulit hitam AS, Martin Luther King.
EditorErvan Hardoko

Pada 4 April malam, polisi menemukan sebuah senapan berburu jenis Remington .30-06 di trotoar di dekat sebuah rumah satu blok dari Motel Lorraine.

Selama beberapa pekan berikutnya, senapan berburu itu, kesaksian sejumlah orang, dan sidik jari di senapan menunjukkan pelaku penembakan adalah James Earl Ray.

Earl Ray adalah seorang kriminal yang kabur dari sebuah penjara di Missouri pada April 1967 saat menjalani hukuman penjara seumur hidup karena melakukan perampokan.

Pada Mei 1968, perburuan besar-besaran untuk menemukan James Earl Ray digelar. FBI kemudian menyimpulkan Earl Ray mendapatkan paspor Kanada dengan menggunakan identitas palsu yang di masa itu sangat mudah dilakukan.

Pada 8 Juni 1968, para penyidik Scotland Yard menangkap Earl Ray di sebuah bandara di London saat mencoba terbang ke Belgia, sebelum menuju ke tujuan akhirnya Rhodesia atau Zimbabwe di masa kini.

Setelah diekstradisi ke Amerika Serikat, Earl Ray disidangkann di Memphis pada Maret 1969. Dia akhirnya mengakui perbuatannya demi menghindari hukuman mati. Pengadilan akhirnya menjatuhkan hukuman penjara 99 tahun untuk James Earl Ray.

Tiga hari setelah vonis, Earl Ray mencoba mencabut pengakuannya. Dia mengklaim tak bersalah dan hanya menjadi korban sebuah konspirasi yang lebih besar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia mengklaim pada 1967 seorang pria yang hanya dikenalnya dengan nama "Raoul" mendatanginya dan merekrutnya untuk menyelundupkan senjata api.

Pada 4 April, barulah dia sadar akan dikorbankan dalam plot pembunuhan Martin Luther King dan kabur ke Kanada.

Upaya pembelaan ini ditolak pengadilan sebagaimana puluhan permintaan pengadilan ulang yang diajukannya selama 29 tahun berikutnya.

Pada 1990-an, janda dan anak-anak Martin Luther King Jr menyatakan mendukung klaim Earl Ray dan menyebutnya tak bersalah. Mereka kemudian menyebut adanya konspirasi yang melibatkan pemerintah dan militer AS.

Selama bertahun-tahun berikutnya, pembunuhan King dievaluasi oleh komite tentang pembunuhan politik parlemen, jaksa wilayah Shelby County, dan tiga kali dievaluasi Kementerian Kehakiman AS.

Semua investigasi berakhir dengan konklusi sama yaitu James Earl Ray adalah pembunuh Martin Luther King Jr dengan motif kebencian.  

James Earl Ray, yang divonis hukuman 99 tahun penjara, meninggal dunia di dalam lembaga pemasyarakatan pada 23 April 1998.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Sumber History
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.