Hari Ini dalam Sejarah: Upaya Pembunuhan Presiden AS Ronald Reagan

Kompas.com - 31/03/2017, 07:40 WIB
Presiden Ronald Reagan didampingi sang istri, Nancy, melambaikan tangan ke arah warga AS yang berada di luar Gedung Putih sekembalinya dari rumah sakit pada 11 April 1981. WikipediaPresiden Ronald Reagan didampingi sang istri, Nancy, melambaikan tangan ke arah warga AS yang berada di luar Gedung Putih sekembalinya dari rumah sakit pada 11 April 1981.
EditorErvan Hardoko

KOMPAS.com - Tanggal 30 Maret, bisa jadi merupakan salah satu hari yang tak akan dilupakan bangsa Amerika Serikat.

Pada 30 Maret 1981, terjadi percobaan pembunuhan terhadap Presiden AS Ronald Reagan yang ditembak John Hinckley Jr di luar sebuah hotel di Washington DC.

Kala itu, Presiden Reagan baru saja berpidato dalam sebuah pertemuan buruh yang digelar di Hotel Hilton, Washington DC.

Usai menghadiri acara Presiden Reagan dan para pengawalnya berjalan kembali menuju mobil untuk kembali ke Gedung Putih.

Seperti biasa, sekelompok jurnalis menanti di luar hotel mencoba untuk mendapatkan sepatah dua patah kata dari sang presiden yang mantan bintang film itu.

Tanpa diketahui siapapun, di antara para jurnalis tersebut, terselip John Hinckley Jr yang langsung menembak sebanyak enam kali ke arah Presiden Reagan.

Enam tembakan itu mengenai Presiden Reagan dan tiga orang stafnya yaitu sekretaris pers Gedung Putih James Brady, agen Secret Agent Timothy McCarthy, dan petugas polisi Washington DC Thomas Delahaney.

Setelah melepaskan tembakan, Hinckley langsung dilumpuhkan dan dibekuk para agen Secret Service.

Sementara, Presiden Reagan yang tak menyadari telah tertembak langsung dimasukkan ke dalam mobil yang kemudian dilarikan ke rumah sakit.

Presiden Reagan tertembak di paru-paru kirinya, beruntung peluru kaliber 22 milimeter itu meleset sedikit dari jantung sang presiden.

Dalam situasi yang bisa dikatakan sebuah mukjizat, Presiden Reagan yang kala itu berusia 70 tahun dengan satu paru-paru tertembak, bisa berjalan sendiri masuk ke dalam RS Universitas George Washington.

Di saat akan menjalani pembedahan, Presiden Reagan masih menunjukkan semangat luar biasa, ketenangan, dan kemampuannya bercanda.

"Sayang, saya lupa merunduk. Tolong katakan kepada saya, kamu pendukung Partai Republik," kata Presiden Reagan kepada istrinya, Nancy.

Operasi pembedahan Presiden Reagan berlangsung selama dua jam dan setelah itu kondisi sang presiden sangat stabil.

Sehari kemudian, Presiden Reagan tetap menjalankan sebagian tugasnya sebagai pejabat eksekutif tertinggi AS.

Dia bahkan menandatangani sebuah undang-undang baru sambil berbaring di ranjang rumah sakit.

Pada 11 April 1981, Presiden Reagan akhirnya kembali "ngantor" di Gedung Putih dan popularitasnya usai upaya pembunuhan itu langsung melonjak.

Bahkan di saat Presiden Reagan datang ke Kongres pada akhir April, dia disambut layaknya pahlawan yang baru kembali dari medan perang.

Saat itu, Presiden Reagan nampaknya sudah sepenuhnya pulih dari luka tembak yang dideritanya.Namun, di belakang panggung, dia merasakan dampak akibat percobaan pembunuhan itu.

Korban lain dari penembakan itu agen Secret Service Timothy McCarthy, dan petugas polisi Thomas Delahaney pulih dari luka mereka.

Sekretaris pers James Brady yang tertembak di matanya, menderita kelumpuhan permanen. Namun, dia kemudian menjadi pegiat pembatasan kepemilikan senjata di AS.

Pada 1993, Kongres menerbitkan undang-undang yang disebut "Brady Bill" yang mengatur masa tunggu lima hari dan pemeriksaan latar belakang bagi siapa saja yang hendak membeli senjata.

Presiden Bill Clinton kemudian menandatangani undang-undang itu yang kemudian diterapkan hingga saat ini.

Bagaimana nasib John Hinckley Jr? Masih berusia 25 tahun ketika itu, Hinckley langsung dijerat dakwaan mencoba membunuh seorang presiden AS.

Sebelumnya dia pernah ditahan di Tennessee akibat kepemilikan senjata api ilegal.

Setelah disidangkan, pada Juni 1982, pengadilan menyatakan Hinckley tak bersalah dengan alasan kegilaan.

Pengacaranya sukses mengajukan alasan itu dengan membeberkan sejumlah alasan termasuk obsesinya terhadap film Taxi Driver yang diproduksi pada 1976.

Dalam film tersebut, karakter sang pengemudi taksi memang dikisahkan berusaha membunuh seorang senator.

Sang pengacara mengatakan, Hinckley menonton film itu puluhan kali dan dia terobsesi dengan sang bintang, aktris Jodie Foster.

Pengacara menyebut, Hinckley mencoba menghidupkan adegan pembunuhan itu di dalam kehidupan nyata.

Meski dinyatakan tak bersalah, karena dianggap berbahaya, Hinckley diharuskan tinggal di rumah sakit jiwa St Elizabeth.

Setelah berbagai upaya hukum, pada Agustus 1999, Hinckley diperkenankan berjalan-jalan keluar rumah sakit di bawah pengawasan petugas rumah sakit.

Kemudian dia diizinkan mengunjungi orangtuanya sekali sepekan tanpa harus didampingi staf rumah sakit, tetapi agen Secret Service terus mengawasinya saat bepergian keluar dari rumah sakit.

Saat ini, Hinckley masih menhuni rumah sakit jiwa, tetapi terbuka kemungkinan dia akan dilepaskan jika disimpulkan dia tak lagi berbahaya bagi masyarakat.


Baca tentang


Sumber History
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X