Kompas.com - 30/03/2017, 07:46 WIB
Dubes Inggris untuk Uni Eropa Tim Barrow (kiri) menyerahkan surat resmi berisi dimulainya proses perpisahan Inggris dengan Uni Eropa kepada Presiden UE Donald Tusk di Brussels, Belgia, Rabu (29/3/2017). Emmanuel DUNAND / POOL / AFPDubes Inggris untuk Uni Eropa Tim Barrow (kiri) menyerahkan surat resmi berisi dimulainya proses perpisahan Inggris dengan Uni Eropa kepada Presiden UE Donald Tusk di Brussels, Belgia, Rabu (29/3/2017).
EditorPascal S Bin Saju

Skotlandia kini sudah mengajukan permohonan referendum untuk merdeka dari Britania Raya.

Hasil dari perundingan dengan UE akan menentukan masa depan negara dengan perkonomian terbesar kelima di dunia tersebut, terutama terkait status London sebagai salah satu dari dua pusat keuangan global.

Sementara itu bagi UE yang juga tengah mengalami masalah krisis utang dan pengungsi, keluarnya Inggris akan menjadi pukulan telak bagi organisasi yang telah berusia 60 tahun tersebut.

Para pemimpin UE kini tengah menghadapi dilema.

Di satu sisi, mereka tidak ingin menghukum Inggris (dengan menerapkan pajak perdagangan sebagai balasan atas pembatasan tenaga kerja asing).

Namun di sisi lain, mereka juga harus tidak boleh terlalu banyak memberi keleluasaan bagi Inggris karena akan menjadi senjata bagi kelompok anti-UE untuk memperjuangkan hal yang sama.

Dalam waktu 48 jam ke depan, Dewan UE akan mengirim rancangan panduan perundingan bagi 27 negara anggota. Tusk akan menanggapi permohonan Inggris di Malta.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

May sendiri berjanji kepada warga Inggris bahwa mereka masih akan tetap punya akses terhadap pasar tunggal sekaligus menerapkan pembatasan pekerja asing dari negara-negara Eropa timur.

Namun di sisi lain, para pejabat UE mengatakan bahwa kedua hal tersebut (perdagangan dan pergerakan bebas) tidak bisa dipisahkan.

Hingga kini, warga Inggris masih bertanya-tanya soal apakah para eksportir masih akan mendapatkan fasilitas tarif bebas dalam pasar tunggal, dan apakah bank-bank dari negara tersebut masih bisa dengan bebas melayani pelanggan dari anggota UE.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.