Kompas.com - 27/03/2017, 07:16 WIB
Terduga korban mengatakan dia merasa dibungkam (Foto; Dokumentasi) Getty/BBCTerduga korban mengatakan dia merasa dibungkam (Foto; Dokumentasi)
EditorPascal S Bin Saju

ROMA, KOMPAS.com - Menteri Kehakiman Italia akan melakukan investigasi setelah pengadilan membebaskan seorang pria terdakwa dalam kasus serangan seksual terhadap seorang perempuan.

Terdakwa dibebaskan karena perempuan terduga korban tersebut tidak berteriak saat diserang.  Terduga korban saat ini malah menghadapi tuduhan telah melakukan fitnah.

Pengadilan Turin, Italia, memutuskan perempuan itu tidak memiliki cukup bukti untuk menunjukkan dirinya mengalami serangan seksual sebab ketika peristiwa yang dituduhkan terjadi dia hanya mengatakan “cukup”.

Reaksi perempuan itu, menurut hakim, tak cukup kuat membuktikan bahwa dirinya mengalami serangan seksual.

Keputusan pengadilan yang dibacakan pada Februari 2017 itu kini telah memicu kemarahan di Italia.

"Tentu saja, Anda tidak bisa menghukum reaksi personal dari seorang perempuan yang ketakutan dengan apa yang terjadi para dirinya," kata anggota partai oposisi di parlemen Annagrazia Calabria.

Menteri Kehakiman, Andrea Orlando, telah meminta kementerian yang dipimpinnya untuk mulai menyelidiki insiden yang terjadi pada 2011, seperti diberitakan kantor berita Ansa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Terduga korban, yang bekerja di rumah sakit di Turin, mengatakan, terdakwa telah memaksa dia melakukan tindakan seksual dan mengancam akan berhenti memberinya pekerjaan jika dia tidak mematuhinya, seperti diberitakan koran berbahasa Italia, Corriere della Sera.

Dalam sidang, perempuan itu ditanya mengapa tidak memberikan reaksi yang lebih kuat terhadap dugaan serangan seksual.

Ketika itu dia menjawab, "Terkadang cukup dengan mengatakan 'tidak', tetapi mungkin saya tidak menggunakan paksaan dan kekerasan yang pada kenyataannya seharus saya gunakan, tetapi itu karena orang itu terlalu kuat, saya hanya ketakutan."

Perempuan itu telah menjadi korban kekerasan seksual yang terjadi berulang kali oleh ayahnya, seperti disampaikan jaksa dalam persidangan.

Hakim yang membebaskan terdakwa, mengatakan perempuan itu "tidak memperlihatkan emosi yang menunjukkan dirinya telah mengalami kekerasan yang dialaminya telah menpengaruhinya", dengan menyebutkan bahwa laporannya "tidak dapat dipercaya" dan mengatakan bahwa kekerasan itu "tidak pernah terjadi", seperti diberitakan Corriere della Sera.

Dalam persidangan, terdakwa mengakui telah terjadi kontak seksual dengan perempuan itu, tetapi mereka melakukannya atas dasar suka sama suka.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.