ISIS Klaim Bertanggung Jawab atas Serangan di Chechnya

Kompas.com - 24/03/2017, 22:27 WIB
Aparat keamanan Rusia mengepung sebuah bangunan di ibu kota Chechnya, Grozny setelah sekelompok orang menyerang sebuah pos polisi dan menewaskan lima orang petugas polisi. ITAR-TASSAparat keamanan Rusia mengepung sebuah bangunan di ibu kota Chechnya, Grozny setelah sekelompok orang menyerang sebuah pos polisi dan menewaskan lima orang petugas polisi.
EditorPascal S Bin Saju

MOSKWA, KOMPAS.com – Kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) mengklaim sebagai pihak bertanggung jawan atas serangan ke pangkalan militer Rusia di Chechnya.

Kelompok Intelijen SITE yang biasa memantau jaringan komunikasi kalangan teroris di dunia maya, Jumat (24/3/2017), mengatakan, ISIS adalah dalang serangan mematikan enam anggota Garda Nasional Rusia di Chechnya.

Enam penyerang menyatroni "sebuah pangkalan Garda Nasional Rusia di dekat desa Naurskaya, Grozny barat laut, Chechnya," demikian pernyataan ISIS yang dipantai Kelompok Intelijen SITE.

"Mereka terlibat bentrok dengan menggunakan senjata-senjata ringan selama beberapa jam,” kata ISIS dalam pernyataannya itu, seperti dilaporkan Agence France-Presse.

Pernyataan sebut menyebutkan, semua penyerbu tewas dalam serangan yang juga menewaskan enam tentara Rusia itu.

Garda Nasional Rusia didirikan tahun lalu. Salah satu kompi pasukan dalam negeri ini didirikan untuk mempertahankan daerah perbatasan dan memerangi kelompok ekstremis.

Pasukan Garda Nasional berada langsung di bawah Presiden Vladimir Putin dan memiliki beberapa pangkalan atau markas di daerah-daerah yang bergolak seperti di Kaukasus Utara, termasuk di Chechnya.

Dalam sebuah pernyataan, Garda Nasional mengatakan, pemberontak berusaha untuk menerang markas mereka di tengah kabut tebal pada sekitar pukul 02.30 waktu setempat atau pukul 08.30 WIB.

Namun, kedatangan mereka langsung diendus oleh petugas jaga yang lalu melepaskan tembakan. “Enam penyerang pun tumbang,” kata Garda Nasionald dalam pernyataannya.

“Selama pertempuran bersenjata itu, enam militer juga tewas dan ada yang terluka,” kata pernyatan itu tanpa merinci berapa jumlah korban luka di kalangan militer Garda Nasional.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X