MA India Minta Rebutan Rumah Ibadah Diselesaikan dengan Musyawarah

Kompas.com - 23/03/2017, 09:48 WIB
Ilustrasi pengadilan. ShutterstockIlustrasi pengadilan.
EditorErvan Hardoko

NEW DELHI, KOMPAS.com - Mahkamah Agung India menyarankan umat Islam dan Hindu untuk menyelesaikan sengketa perebutan tempat ibadat yang diklaim kedua agama melalui perundingan.

Seruan hukum itu ditetapkan mahkamah agung untuk mencari penyelesaian atas sengketa lama terkait situs sekitar Masjid Babri yang disengketakan di kota Ayodhya.

Pada 1992, warga Hindu menghancurkan sebuah masjid abad ke-16 di lokasi itu yang memicu kerusuhan yang menewaskan hampir 2.000 orang.

Umat Hindu ingin membangun sebuah kuil di lokasi itu, sementara umat Muslim menginginkan sebuah masjid baru.

Menurut umat Hindu, masjid itu sebetulnya adalah tempat kelahiran salah satu dewa mereka yang paling dipuja, Dewa Rama.

Selain itu, umat Hindu mengklaim masjid itu dibangun penjajah Muslim di abad ke-16, dengan menghancurkan sebuah kuil Hindu.

Hakim Ketua JS Khehar mengatakan 'hal-hal peka seperti itu' harus diselesaikan melalui perundingan. Dia juga menawarkan diri untuk bertindak sebagai mediator bagi kedua belah pihak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sejak 2011, dari waktu ke waktu, mahkamah agung menyidangkan kasus tersebut setelah menepikan ketetapan pengadilan yang lebih rendah yang dalam keputusan 8.500 halamannya menetapkan dua pertiga dari situs yang disengketakan harus dialokasikan bagi umat Hindu, dan sisanya dialokasikan bagi umat Islam.

Putusan Pengadilan Tinggi Allahabad pada September 2010 itu menetapkan tiga perkara utama.

Pengadilan menetapkan lokasi yang disengketakan itu adalah tempat kelahiran Dewa Rama, dan masjid itu dibangun setelah pembongkaran sebuah kuil dan masjid itu tidak dibangun sesuai dengan ajaran Islam.

Inilah untuk pertama kalinya sebuah putusan pengadilan di India menyebutkan bahwa situs yang disengketakan adalah tempat kelahiran dewa Hindu.

Namun, kedua belah pihak mengajukan banding terhadap keputusan itu dan membawa kasuys tersebut ke Mahkamah Agung.

Kasus ini sudah mengendap dalam sistem hukum India yang dikenal sangat lambat, bahkan sebagian besar pemohon asli gugatan tersebut telah meninggal dunia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.