Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 23/03/2017, 07:34 WIB
EditorGlori K. Wadrianto

LONDON, KOMPAS.com - Serangan yang terjadi di Gedung Parlemen Inggris, Rabu (22/3/2017), membuat para turis yang sedang menikmati panorama Kota London dari ketinggian London Eye, terjebak selama sekitar satu jam.

Mereka tak bergerak di ketinggian 135 meter, dan "mengamati" lokasi penyerangan di sekitar Westminster Hall dari udara.

Perputaran roda pengamatan itu meang dihentikan menyusul serangan teror tersebut.

London Eye adalah salah satu ikon wisata terkenal di London yang berputar di atas Sungai Thames.

London Eye atau disebut juga Millennium Wheel adalah sebuah roda pengamatan yang terbesar di dunia. Tempat ini mulai beroperasi pada akhir tahun 1999.

Sementara, Westmister Hall adalah bangunan berusia 1.000 tahun yang menjadi bagian tertua dari kompleks parlemen Inggris. Di depan komplek itulah serangan terjadi.

Di lokasi tersebut, setiap hari ramai dikunjungi turis dan juga kelompok-kelompok tur dari sekolah.

Kepanikan terjadi ketika seorang pria yang melintas di jalur pejalan kaki di depan gedung parlemen yang berseberangan dengan London Eye, melakukan serangan brutal.

Baca: Pelaku Teror Ditembak 2-3 Kali, dan Tersungkur di Jalan Berbatu

Serangan itu pun terjadi di bawah bayang-bayang menara Big Ben, menara jam yang terletak di Istana Westminster.

Secara resmi menara ini diberi nama Elizabeth Tower, bertepatan dengan pesta 60 tahun Ratu Elizabeth II memimpin Britania Raya dan Wilayah Persemakmuran.

Seluruh sisi di kawasan yang menjadi sasaran teror tersebut memang dipagari berbagai destinasi wisata utama di Ibu Kota Inggris.

Seperti diberitakan AFP, para turis yang memadati areal wisata itu pun mengalihkan pandangannya ke lokasi penyerangan, ketika peristiwa itu terjadi.

Perdana Menteri Inggris Theresa May menyebut, serangan di depan gedung parlemen sekaligus merupakan serangan atas semangat demokrasi di negeri itu.

Baca: PM Theresa May: Jangan Beri Ruang bagi Kebencian dan Iblis

Serangan ini terjadi setahun setelah teroris Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) membunuh 32 orang dalam serangan ganda di Kota Brussels, Belgia.

Juga, aksi ini terjadi setahun setelah serangkaian serangan mematikan di Eropa, di mana Inggris tak pernah menjadi sasaran.

Gedung perlemen terpaksa ditutup selama beberapa jam, dan para wakil rakyat diungsikan ke dekat Westminster Abbey dan kantor pusat Kepolisian Metro London.

Diberitakan AP, Theresa May sedang berada bersama para anggota parlemen di gedung parlemen, ketika serangan terjadi.

PM May diselamatkan oleh petugas keamanan, dan dilarikan ke kediamannya di Downing Street.

Pengamanan ketat tetap diberlakukan terhadap May, meski untuk mencapai lokasi tersebut si peneror harus melewati petugas bersenjata yang berpatroli secara berpasangan, serta staf keamanan Parlemen.

Baca: Usai Serangan Teror, Donald Trump Jr Kritik Wali Kota London

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.