Di Tengah Restorasi, Masjid Bersejarah Era Ottoman di Yunani Terbakar

Kompas.com - 22/03/2017, 17:29 WIB
Kota Didymoteicho .Kota Didymoteicho
EditorGlori K. Wadrianto

THESSALONIKI, KOMPAS.com - Kobaran api yang muncul di tengah proses restorasi, merusak masjid bersejarah di era Ottoman di Kota Didymoteicho, Yunani, Rabu (22/3/2017).

Otoritas setempat menyebut api menyebabkan kerusakan serius pada sejumlah bagian di masjid peninggalan abad XV itu. 

"Hingga saat ini kami tidak menemukan unsur kesengajaan dalam insiden ini," kata Nathanail Rigas, Kepala Dinas Kebakaran wilayah Thrace, yang berbatasan dengan Turki.

Wali Kota Didymoteicho, Paraskevas Patsouridis, yang dikutip AFP, mengatakan Masjid Bayezid yang dihiasi atap kayu bermotif bunga, mengalami kerusakan parah. 

Dia menyebut api muncul pada Rabu pagi. Sejumlah laporan menyebut seluruh atap bangunan itu hancur.

Dibutuhkan lebih dari 50 petugas pemadam kebakaran untuk menanggulangi kobaran api.

Aparat kepolisian setempat ada kobaran api kecil yang diduga muncul dari proses pengelasan, yang muncul pada Selasa. Diduga api yang terjadi Rabu ini adalah kelanjutan dari insiden itu.

Menurut Wali Kota, tidak ada pekerjaan yang sedang berlangsung ketika kebakaran terjadi. Api berkobar sekitar pukul 08.00 WIB, Rabu. 

Diinisiasi Sultan Bayezid I, masjid itu kemudian diberi nama sesuai nama Sultan tersebut.

Masjid itu kini menjadi monumen kebudayaan dan tak digunakan untuk shalat. Hal itu menimbang bangunan itu sebagai masjid terbesar di tenggara Eropa.

Bangunan ini juga dikenal dengan keunikan desain arsitektur dan kepentingan sejarah di belakangnya.

Pemeluk agama Islam di wilayah Yunani, Thrace adalah kelompok minoritas. Jumlahnya hanya sekitar 100.000 orang.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X