Perusahaan Konstruksi Perancis Tolak Bangun Tembok Batas AS-Meksiko

Kompas.com - 21/03/2017, 16:36 WIB
Beginilah situasi perbatasan antara AS dan negara bagian Ciudad Juarez, Meksiko. Sebagian perbatasan kedua negara memang dipagari, tetapi Presiden Donald Trump bersikukuh menginginkan tembok pembatas. HERIKA MARTINEZ / AFPBeginilah situasi perbatasan antara AS dan negara bagian Ciudad Juarez, Meksiko. Sebagian perbatasan kedua negara memang dipagari, tetapi Presiden Donald Trump bersikukuh menginginkan tembok pembatas.
EditorErvan Hardoko

PARIS, KOMPAS.com - Direktur perusahaan konstruksi asal Perancis, Vinci, Selasa (21/3/2017), menegaskan, perusahaannya tidak akan berpartisipasi dalam pembangunan tembok perbatasan AS- Meksiko yang digagas Presiden Donald Trump.

"Saya mempertimbangkan realitas perusahaan saya, budaya kami, cara kami melakukan sesuatu dan sensitifitas kami, bukan hanya bagi kolega Amerika kami tetapi di seluruh dunia," ujar Xavier Huilard, CEO Vinci.

"Maka dari itu, dan ini bukan penilaian kami untuk seluruh Amerika Serikat, kami memilih untuk tidak menyentuh tembok itu," tambah Huillard.

Tembok pembatas yang digagas Trump akan didirikan sepanjang perbatasan AS-Meksiko bernilai miliaran dolar tetapi proyek itu kini menjadi penyebab krisis diplomatik antara kedua negara serta dikecam di seluruh dunia.

"Jika kami memutuskan untuk melakukan hal-hal yang mungkin akan menyinggung sebagian besar karyawan kami, saya kira sebaiknya kami menghindari itu," lanjut Huillard.

Vinci adalah perusaan terakhir yang mempertaruhkan reputasinya dengan menolak proyek raksasa bernilah miliaran dolar itu.

Sebelumnya perusahaan konstruksi lain asal Perancis yang juga rival Vinci, Bouygues bulan lalu mengatakan tidak tertarik dengan proyek Donald Trump itu karena menilai tidak memiliki kompetensi untuk pembangunan tembok itu.

Namun, kelompok usaha Perancis-Swiss LafargeHolcim siap menjual semen produknya untuk proyek kontroversial itu.

"Kami siap memasok kebutuhan klien kami. Dan kami tak memiliki pandangan politik apapun dalam hal ini," kata CEO LafargeHolcim, Eric Olsen kepada AFP.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gempa Bumi di Perbatasan Turki-Iran, 8 Orang Tewas

Gempa Bumi di Perbatasan Turki-Iran, 8 Orang Tewas

Internasional
Menang Kaukus Nevada, Bernie Sanders Semakin Tidak Terbendung

Menang Kaukus Nevada, Bernie Sanders Semakin Tidak Terbendung

Internasional
Pria India Ini Sembah Trump sebagai Dewa dan Buatkan Patung Untuknya

Pria India Ini Sembah Trump sebagai Dewa dan Buatkan Patung Untuknya

Internasional
Kasus Dugaan Infeksi Virus Corona di Zimbabwe Negatif, WHO Tetap Peringati Negara-negara di Afrika

Kasus Dugaan Infeksi Virus Corona di Zimbabwe Negatif, WHO Tetap Peringati Negara-negara di Afrika

Internasional
Pria Jepang yang Positif Virus Corona sebelum ke Indonesia sudah Keluhkan Gejala Flu

Pria Jepang yang Positif Virus Corona sebelum ke Indonesia sudah Keluhkan Gejala Flu

Internasional
Presiden Korea Selatan Naikkan Status Infeksi Virus Corona di Level Tertinggi

Presiden Korea Selatan Naikkan Status Infeksi Virus Corona di Level Tertinggi

Internasional
6 Orang Meninggal karena Virus Corona, Iran Tutup Sekolah hingga Larang ke Bioskop

6 Orang Meninggal karena Virus Corona, Iran Tutup Sekolah hingga Larang ke Bioskop

Internasional
Kasus Infeksi Virus Corona di Korea Selatan dan Italia Melonjak, Begini Langkah Pemerintahnya

Kasus Infeksi Virus Corona di Korea Selatan dan Italia Melonjak, Begini Langkah Pemerintahnya

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Ayah di Suriah Ajari Anaknya Tertawa Dengar Ledakan Bom | Kisah Korban Bully Quaden Bayles

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Ayah di Suriah Ajari Anaknya Tertawa Dengar Ledakan Bom | Kisah Korban Bully Quaden Bayles

Internasional
Terinspirasi Kisah Agatha Christie, Pria Ini Bunuh Tetangganya Pakai Minuman Soda

Terinspirasi Kisah Agatha Christie, Pria Ini Bunuh Tetangganya Pakai Minuman Soda

Internasional
Australia Anjurkan Warganya Untuk Karantina Selama Dua Pekan

Australia Anjurkan Warganya Untuk Karantina Selama Dua Pekan

Internasional
Video Perawat Hamil Rawat Pasien Virus Corona Dirilis, Publik China Marah

Video Perawat Hamil Rawat Pasien Virus Corona Dirilis, Publik China Marah

Internasional
Kaget Digigit, Peselancar Ini Tinju Mata Hiu

Kaget Digigit, Peselancar Ini Tinju Mata Hiu

Internasional
2 Meninggal dan 79 Terinfeksi Virus Corona, Italia Tutup Puluhan Kota

2 Meninggal dan 79 Terinfeksi Virus Corona, Italia Tutup Puluhan Kota

Internasional
Ancaman Ekstremis Sayap Kanan Meningkat, Jerman Perkuat Keamanan

Ancaman Ekstremis Sayap Kanan Meningkat, Jerman Perkuat Keamanan

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X