Kebijakannya Dikecam, Duterte Sebut Parlemen Eropa "Orang-orang Gila"

Kompas.com - 20/03/2017, 14:51 WIB
EditorErvan Hardoko

NAYPYIDAW, KOMPAS.com - Presiden Filipina Rodrigo Duterte selalu geram jika menerima kritik terkait kebijakan perang melawan narkoba yang dikobarkannya.

Kali ini dia menyebut para anggota parlemen Eropa sebagai "orang gila" setelah mengkritik kebijakan yang sudah mengakibatkan ribuan orang tewas itu.

Pernyataan Duterte itu dilontarkan pada Minggu (19/3/2017) malam di Naypyidaw, Myanmar setelah Parlemen Eropa mengecam kebijakan Duterte itu lewat sebuah resolusi.

"Saya tak memahami orang-orang gila ini. Apa yang coba kalian paksakan kepada kami? Mengapa kalian tak urus diri kalian sendiri?" ujar Duterte.

"Mengapa kalian ingin membuat masalah dengan kami? Keterlaluan," tambah Duterte yang kerap menggunakan kata-kata kasar saat mengeluarkan kecaman.

Duterte yang memimpin Filipina sejak pertengahan tahun lalu menggelar sebuah kampanye untuk memberantas peredaran narkoba yang disebutnya membuat Filipina terancam menjadi sebuah negeri narkoba.

Kepolisian negeri itu dilaporkan menewaskan sekitar 2.500 orang tersangka pengedar narkoba, tetapi kelompok-kelompok HAM mengatakan jumlah korban tewas sudah melampaui 5.000 orang.

Amnesti Internasional dan Human Rights Watch memperingatkan Duterte bahwa kebijakannya berpotensi menjadi kejahatan terhadap kemanusiaan.

Apalagi muncul banyak laporan kepolisian mengelola pasukan-pasukan pembunuh untuk memburu para tersangka pengedar narkoba.

Meski demikian Duterte bersikukuh dia tidak pernah memerintahkan aparatnya melanggar hukum.

Namun, di sisi lain Duterte menyerukan pembunuhan jutaan tersangka pengedar narkoba dan berjanji akan mengampuni polisi yang dianggap melakukan pembunuhan.

Di Myanmar, meski sudah banyak dikecam dunia internasional, Duterte malah menajanjikan masih akan banyak orang yang tewas dibunuh.

"Lebih banyak lagi yang akan mati. Saya katakan, saya tak akan berhenti. Saya akan lanjutkan hingga gembong narkoba terakhir di Filipina tewas dan para pengedar disingkirkan dari jalanan," kata Duterte.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.