Kompas.com - 18/03/2017, 10:56 WIB
Para sukarelawan dalam perang saudara di Suriah, yang dikenal dengan nama pasukan Helm Putih, mengeluarkan korban dari reruntuhan masjid yang terkena serangan udara di al-Jina, Aleppo, Kamis (16/3/2017) malam. AFP/GettyPara sukarelawan dalam perang saudara di Suriah, yang dikenal dengan nama pasukan Helm Putih, mengeluarkan korban dari reruntuhan masjid yang terkena serangan udara di al-Jina, Aleppo, Kamis (16/3/2017) malam.
EditorPascal S Bin Saju

BEIRUT, KOMPAS.com - Kelompok oposisi Suriah, Ahrar al-Sham, Jumat (7/3/2017) mengatakan, koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS) adalah pelaku serangan ke sebuah masjid di dekat Aleppo, Kamis (16/3/2017) malam, sehingga 49 orang tewas.

Pentagon, AS, membantah tuduhan itu dan, dalam langkah yang jarang dilakukan, menunjukkan gambar dari udara untuk memperlihatkan masjid yang utuh dan bangunan yang hancur di seberang jalan, seperti dilaporkan Reuters.

Organisasi Pemantau Hak Asasi Manusia Suriah (SOHR) mengatakan, jet tempur telah menggempuri sebuah masjid di desa al-Jina, dekat bagian barat provinsi Aleppo, beberapa kilometer dari provinsi Idlib, Kamis malam.

SOHR mengatakan, serangan udara telah menewaskan sedikitnya 49 orang dan melukai puluhan lainnya, yang sebagian besar di antaranya merupakan warga sipil yang sedang mengikuti pelajaran agama.

Harian The Independent mengutip SOHR, melaporkan, lebih dari 300 orang berkumpul di Masjid Umar ibn Al-Khattab di desa al-Jina ketika serangan berlangsung. Namun, ada 46 orang tewas.

Di Washington, juru bicara Pentagon, Kapten Jeff Davis, mengatakan ia meyakini bahwa puluhan pejuang sayap Al Qaeda terbunuh dalam serangan Kamis itu.

Serangan itu, katanya, dilakukan  oleh pesawat-pesawat AS yang berawak maupun nirawak, ke sebuah tempat pertemuan Al Qaeda di desa al-Jina, Aleppo.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia menambahkan bahwa militer AS belum menerima tuduhan yang dapat dipercaya menyangkut korban warga sipil, termasuk di media sosial.

Serangan-serangan udara di wilayah itu selama ini dilakukan oleh AS, bukan koalisi internasional yang dipimpinnya, terhadap kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS ) –gerombolan yang beroperasi jauh ke arah timur.

Jet-jet militer Suriah dan Rusia juta telah melakukan serangkaian serangan udara ke Idlib dan wilayah barat Aleppo, yang dikuasai oleh para oposisi yang ingin menggulingkan Presiden Bashar al-Assad.

Ahrar al-Sham, kelompok Islamis yang bertempur bersama faksi-faksi nasionalis di bawah bendera Tentara Pembebasan Suriah (FSA), terlibat dalam pertempuran tahun ini dengan kelompok-kelompok ISIS dan Al Qaeda yang diincar Washington.

Ahraf al-Sham juga diyakini mendapat sokongan dari Turki serta negara-negara kawasan lainnya yang mendukung pemberontakan terhadap Assad.

Kelompok tersebut mengatakan serangan terhadap masjid dan tempat ibadah merupakan kejahatan perang.

Saingannya, kelompok pejihad berpengaruh di Suriah barat daya Hayat Tahrir al-Sham, juga menuding koalisi pimpinan AS sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangan masjid.

Koalisi "melakukan kejahatan baru dalam catatannya sendiri dengan mengincar rakyat Suriah," kata kelompok itu melalui suatu pernyataan, Jumat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.