Kompas.com - 15/03/2017, 15:49 WIB
EditorErvan Hardoko

Kendati membocorkan data pengembalian pajak federal merupakan pidana, tetapi Rachel Maddow dari MSNBC berdalih, mereka dilindungi amandemen pertama AS tentang hak mempublikasikan informasi yang terkait kepentingan rakyat.

Wartawan David Cay Johnston, dalam wawancara yang disiarkan MSNBC, menyebut, ia mendapat dokumen lewat pos yang dikirim seorang sumber anonim.

Sementara itu, Gedung Putih langsung mengecam pengungkapan dokumen pajak Donald Trump itu.

"Anda sedang sangat membutuhkan peningkatan rating televisi, jika Anda bersedia melanggar hukum untuk memaksakan penyiaran berita tentang dua lembar dokumen pajak dari lebih satu dasawarsa lalu."

Disebutkan Gedung Putih, Donald Trump tidak wajib membayar lebih dari yang diharuskan hukum.

Sejak 1976, setiap calon presiden selalu mengungkapkan data pembayaran pajaknya kendati pengungkapan itu tidak diwajibkan undang-undang.

Pada kampanye presiden lalu, ketika Hillary Clinton menuding Donald Trump tidak membayar pajak federal, pengusaha itu menjawab singkat.

"Itu artinya saya cerdas," ujar Trump kala itu.

Oktober lalu, harian The New York Times mengabarkan, berdasarkan data pajak 1995, Trump menderita kerugian 916 juta dolar atau hampir Rp 13 triliun.

Menurut para analis, kerugian itu memungkinkan Trump tidak membayar pajak penghasilan selama 18 tahun sesudahnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.