Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

"Mereka Bergeming, Meski Anak-anak Berteriak di Tengah Kobaran Api"

Kompas.com - 11/03/2017, 10:54 WIB

Castillo mengaku anak perempuannya yang berumur 15 tahun, Kimberly menderita luka bakar di wajah, kedua lengan dan tangan. Beruntung, nyawanya masih bisa diselamatkan.

Saat kebakaran terjadi, dia terkunci di areal di mana para gadis yang mencoba kabur ditempatkan.

"Anak saya mengatakan, daerah itu dikunci rapat, dan sejumlah gadis mencoba membobol pintu. Dia bisa selamat karena menyelimuti tubuhnya dengan lembaran basah," kata Castillo.

"Anak saya bilang, gadis-gadis yang sempat kabur itu menjadi korban perkosaan. Sebagai bentuk perlawanan, mereka pun kabur dari penampungan, demi mendapat perhatian."

Castillo mengatakan, anaknya telah memberikan kesaksian di hadapan polisi bahwa gadis-gadis yang memicu kebakaran adalah mereka yang tewas.

Bawa ke AS

Carlos Soto, Direktur RS San Juan de Dios, mengatakan, tim dokter yang menangani para korban merekomendasikan agar delapan di antara korban yang kini dirawat untuk dibawa ke Galveston, Texas.

Di Galveston, ada perawatan khusus untuk luka bakar. Soto pun mengatakan, pemerintah akan memperoleh visa kemanusiaan dari Pemerintah AS.

Sehingga kini, otoritas hanya membutuhkan persetujuan dari pihak keluarga korban.

Belum ditemukan

Meskipun sebagian besar keluarga korban sudah mulai memakamkan anak-anak mereka, namun masih ada sebagian lain yang disibukkan dengan proses identifikasi.

Vianney Clareth Hernandez misalnya. Dia menunggu di luar kamar jenazah sambil memegang foto anaknya, Ashley.

Gadis 14 tahun itu adalah salah satu penghuni di tempat penampungan, namun sang ibu tak menemukan keberadaannya. Dia telah melacak ke sejumlah RS setempat.

"Ini merupakan perbuatan kriminal. Mereka tak membuka pintu asrama, mereka tak melakukan apa-apa untuk menyelamatkan anak-anak ini," kata dia.

"Mereka tetap bergeming, meski anak-anak itu berteriak-teriak," sambung Vianney.

Ketika banyak orang memercayai kabar yang beredar ini, otoritas terkait hanya mengatakan masih melakukan investigasi.

Namun, kronologi persis dari tragedi ini belum terungkap.

Sebagian kecil korban selamat kini dirawat dengan pengawalan ketat pihak kepolisian. Hal itu dilakukan sebagai bagian dari upaya perlindungan saksi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
28th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com