Singapura Pertimbangkan Hukuman Berat terhadap Pedofil

Kompas.com - 09/03/2017, 18:24 WIB
Ilustrasi pemerkosaan. Ilustrasi pemerkosaan.
EditorPascal S Bin Saju

SINGAPURA, KOMPAS.com - Singapura  mempertimbangkan hukuman yang lebih berat kepada pedofil, pelaku pelanggaran seks atas anak di bawah umur, setelah instruktur seni bela diri AS dipenjara empat tahun karena berhubungan seks dengan dua gadis 15 tahun.

Pelanggaran yang dilakukan instruktur seni bela diri AS, Joshua Robinson (39), itu telah memicu kemarahan publik yang luar di negara pulau itu, demikian Reuters, Kamis (9/3/2017).

Berhubungan seks dengan anak di bawah 16 tahun dihukum penjara maksimal 10 tahun atau denda atau kedua-duanya di Singapura. Usia sah melakukan hubungan seks adalah 16 tahun ke atas.

Pekan lalu, Robinson dinyatakan bersalah atas perbuatan seks yang ia filmkan, dan aksi bejatnya itu menunjukkan adegan pornografi kepada anak berusia enam tahun.

Jaksa telah meminta hukuman empat sampai lima tahun dan denda 20.000 dollar Singapura atau sekitar Rp 188 juta. Mereka tidak berniat mengajukan banding.

"Saya telah meminta pejabat saya untuk mempertimbangkan pendekatan yang diperlukan untuk pelanggar seperti Robinson, apakah harus ditangani secara serius dengan hukuman yang lebih tinggi," kata Menteri Hukum dan Dalam Negeri K  Shanmugam, Rabu.

Shanmugam menambahkan bahwa ia bisa "memahami bahwa setelah mengambil posisi di pengadilan ... sulit bagi AGC (Dewan Jaksa Agung) untuk banding sekarang."

Sedikitnya 28.000 orang telah menandatangani petisi daring, yang digalang lewat situs www.change.org.

Petisi, sesuatu yang jarang terjadi di Singapura, menyerukan "hukuman yang lebih berat di Singapura untuk pedofil Joshua Robinson."

"Wow ... hukuman empat tahun penjara untuk seorang pedofil?!" demikian isi petisi itu yang dimulai oleh Sarah Woon, teman dari ibu seorang anak gadis ditunjukkan film porno oleh Robinson.

Mervyn Tan, pengaraca Robinson, tidak bersedia untuk mengomentari kasus sebelum 15 Maret, yaknu batas waktu untuk banding berakhir.

Tahun lalu, parlemen mengesahkan UU kontroversial yang mengatur hukuman terhadap bahan penerbitan yang mengganggu prosedur hukum atau menuduh adanya bias pada hakim.

Pelanggar dapat dikenai denda hingga 100.000 dollar Singapura atau Rp 943,3 miliar dan dihukum penjara selama hingga tiga tahun.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X